Pemudik membeludak jadi rezeki porter angkut barang di Merak
"Tidak mematok harga, kalau barangnya banyak ya bisa Rp 50 ribu, kalau sedikit ya tinggal disesuaikan saja," ujarnya.
Membeludaknya pemudik pejalan kaki yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, membawa keuntungan tersendiri bagi jasa pengangkut barang atau kerap disebut porter. Pekerja 'kebanjiran' pekerjaan mengangkut barang para pemudik mengingat jarak dari Terminal Terpadu Merak ke Dermaga Pelabuhan Merak cukup jauh, sekitar hampir 500 meter hingga 1 kilo meter.
"Lumayan rezeki bertambah kalo lagi musim mudik gini. Cuma hanya harus siap fisik," ujar Zainul salah seorang porter di Pelabuhan Merak, Minggu (3/7) dini hari.
Zaenul mengungkapkan, dirinya tidak mematok harga untuk upah pengangkatan barang dari terminal hingga kapal.
"Tidak mematok harga, kalau barangnya banyak ya bisa Rp 50 ribu, kalau sedikit ya tinggal disesuaikan saja," ujarnya.
Jasa yang ditawarkan para porter sangan membantu pemudik, dimana kondisi Terminal Terpadu Merak sudah tidak layak bagi pemudik pejalan kaki. Karena gangway yang dikhususkan untuk pejalan kaki, kini berubah menjadi kios – kios yang menjual berbagai makanan.
Sementara itu, demam nonton bola Piala EURO 2016 menjadi hiburan tersendiri bagi para pemudik. Petugas dan pemudik terhibur oleh adanya tontonan pertandingan Jerman vs Itali.
Baca juga:
Puncak arus mudik, antrean di Pelabuhan Merak mengular hingga 8 km
Arus mudik, Serang macet parah akibat pasar tumpah
Bawa barang berlebih, ratusan pemudik sepeda motor ditegur polisi
Macet parah di Tol Brebes Timur, 5 jam cuma bisa maju sedikit
Malam ini, 1.500 pemudik bermotor melintas di Karawang