Pemuda Muhammadiyah: Gus Ipul cocok gandeng kader terbaik Muhammadiyah
Pasca mundurnya Bupati Banyuwangi, Azwar Anas untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bisa merubah peta politik.
Pasca mundurnya Bupati Banyuwangi, Azwar Anas untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bisa merubah peta politik. Pemuda Muhammadiyah ingin Gus Ipul bisa bersanding dengan kader Muhammadiyah.
Saat ini banyak nama yang bermunculan untuk bisa disandingkan dengan calon petahana Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Di kalangan Muhammadiyah, ada dorongan kuat agar salah satu kader ormas (organisasi masyarakat) ini bisa ikut tampil dalam kontestasi Pilgub Jatim. Banyak kader yang layak untuk mendamping Gus Ipul, di antara nama yang sudah muncul adalah Suyoto dan Masfuk. Keduanya adalah kader sekaligus tokoh politik Partai Amanat Nasional (PAN).
Namun ada lagi kader Muhammadiyah yang dianggap layak, yakni Sukadiono, salah satu akademisi yang layak bersaing.
“Banyak kader Muhammadiyah yang layak. Selain Pak Suyoto dan Pak Masfuk, ada lagi dari akademisi yakni Pak Sukadiono,” kata Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Jatim, Diki Shaqqomullah.
Diki mengatakan, untuk mendorong kader Muhammadiyah maju dalam persaingan pilgub tidak harus dari kalangan politisi. Meski seandainya ada, politisi berlatar Muhammadiyah tentu tidak diragukan lagi. Namun, kalangan akademisi seperti Sukadiono juga cukup punya nama di Jatim. Kiprahnya di lingkungan Muhammadiyah juga cukup luas.
“Sukadiono telah melewati banyak fase di Muhammadiyah. Kini dia menjabat sebagai bendahara PWM Jatim,” kata dia.
Wawasan soal politik, lanjut Diki, juga cukup dikuasai Sukadiono. Sebab, dia sebelumnya juga pernah aktif di kepengurusan partai.
"Bahkan saat Pilwali Surabaya dia sempat mendapat tawaran untuk maju. Tapi pihaknya menolak," kata dia.
Saat ini, kata Diki, peluang menggandeng kader Muhammadiyah menjadi pilihan tepat. Sebab, dua calon Gubernur Jatim notabenenya berasal dari satu lumbung suara yang sama, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Sementara Muhammadiyah akan solid dengan satu suara mendukung kader terbaiknya.
"Dua ormas ini akan sangat ideal jika bisa saling berpasangan," ujarnya.
Selain Sukadiono, ada pula kader-kader Muhammadiyah non politisi yang bisa menjadi alternatif kedua. Di antaranya Nadjib Hamid, Tamhid Masyhudi atau Sulton Amin. Masing-masing memiliki kelebihan.
"Dengan latar belakang keilmuannya sebagai dokter dan rektor. Sukadiono memiliki kapasitas yang cukup dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Keduanya merupakan layanan dasar yang sedang dikejar Jatim untuk dipenuhi," katanya.
(mdk/paw)