Pemuda hilang terseret ombak di Pantai Petanahan Kebumen
Pemuda hilang terseret ombak di Pantai Petanahan Kebumen. Korban yang bermain bersama kedua temannya tak menyadari saat ombak besar datang ke arah mereka.
Seorang wisatawan asal Desa Roworejo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dilaporkan hilang di Pantai Pandan Kuning, Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari petugas loket objek wisata Pantai Petanahan, Pak Lasino pada pukul 11.30 WIB, korban diketahui bernama Khoerul (15), warga Desa Roworejo RT 2 RW 2, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen," ungkap Koordinator Badan SAR Nasional Pos SAR Cilacap Mulwahyono kepada merdeka.com, Minggu (8/1).
Mulwahyono mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi siang tadi sekitar pukul 10.30 WIB saat korban yang masih berstatus pelajar sedang bermain dan mandi di Pantai Petanahan bersama dua rekannya.
Diduga karena asyik bermain air, ketiga remaja itu tidak menyadari jika ada gelombang tinggi yang datang dan langsung menyeret mereka ke tengah laut.
"Dua rekan korban dapat menyelamatkan diri sedangkan Khoerul tenggelam hingga akhirnya hilang setelah terseret gelombang," tuturnya.
Saksi korban bernama ASP (17) dan RFA (16) warga Desa Roworejo RT 2 RW 2 Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen.
Mulwahyono mengatakan setelah menerima informasi tersebut, pihaknya segera memberangkatkan satu regu Basarnas beserta peralatan lengkap menuju lokasi kejadian, guna melaksanakan operasi pencarian korban potensi SAR lainnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan tinggi gelombang maksimum di wilayah pantai selatan Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi mencapai 2,5 meter, sedangkan di Samudra Hindia selatan Jateng dan DIY berpeluang mencapai 4 meter.
Menurut dia, peningkatan tinggi gelombang tersebut terjadi akibat adanya pengaruh dari dua daerah pusat tekanan rendah, yakni di barat laut Australia dan Samudera Hindia barat daya Jawa Barat.
"Oleh karena itu, kami pada hari Jumat (6/1) telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jateng dan DIY. Peringatan dini gelombang tinggi tersebut telah diperbarui pada hari Sabtu (7/1) dan masih akan berlaku hingga Minggu (8/1)," pungkasnya.(mdk/cob)