LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemred Sindo tak tahu asal usul iklan Jokowi - Ma'ruf Amin

Pemimpin Redaksi Sindo, Pung Purwanto mengaku tak mengetahui asal usul iklan tersebut. Sebab, iklan bukan menjadi tupoksi ruang redaksi.

2018-10-19 22:36:00
Pilpres 2019
Advertisement

Pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf memasang iklan di koran nasional, Seputar Indonesia (Sindo). Iklan yang mencantumkan nomor rekening dana kampanye itu juga mencantumkan foto Jokowi-Ma'ruf dan nomor urut. Berdasarkan peraturan KPU, masa kampanye melalui media massa belum dimulai.

Pemimpin Redaksi Sindo, Pung Purwanto mengaku tak mengetahui asal usul iklan tersebut. Sebab, iklan bukan menjadi tupoksi ruang redaksi.

"Itu kan pemasangan iklan ya itu divisi berbeda di luar meja redaksional," jelas dia saat dihubungi, Jumat (19/10).

Advertisement

Dia menjelaskan, tugas redaksi dan iklan tak bersinggungan. Dia menerangkan, bahwa divisi iklan memiliki jalur sendiri terkait hal ditayangkan.

"Itu iklan jadi Pemred yang berwenang di meja redaksi tidak bersinggungan jalurnya sendiri-sendiri," ujar dia.

Terkait rencana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengusut dugaan pelanggaran kampanye capres-cawapres, Pung mempersilakan berjalan sesuai proses.

Advertisement

"Kalau ada pengusutan Bawaslu ke Sindo ya kan itu normal saja, prosesnya ya," Pung menutup.

Tim kampanye nasional Joko Widodo dan Ma'ruf Amin diduga memasang iklan di beberapa media nasional dengan adanya foto sebagai citra diri Jokowi-Ma'ruf dilengkapi dengan tulisan 'Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Indonesia'. Saat ini, tim dari Bawaslu sedang melakukan pemeriksaan terhadap kantor media nasional tempat Jokowi-Ma'ruf memasang iklan.

"Intinya, Bawaslu sedang proses dugaan pelanggaran iklan rekening dana kampanye. Ini Sudah jadi temuan. Tim kita sudah turun siang ini ke Media Indonesia. Setelah ini nanti koran Sindo," kata Afifuddin kepada wartawan, Jakarta, Jumat (19/10).

Sebelumnya, tim Jokowi-Ma'ruf siap dipanggil Bawaslu jika memang dinilai melanggar. Hal ini disampaikan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10) malam.

"Kita siap dipanggil. Kita mempertanggungjawabkan. Tapi tidak ada sama sekali niat melecehkan pihak-pihak tertentu, tapi lebih bagaimana kita lebih memberikan kesempatan pada para pendukung Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin bisa ikut partisipasi dengan kegiatan kita," kata Erick.

Erick mengatakan, pencantuman nomor rekening untuk mengajak masyarakat berpartisipasi memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Pihaknya hanya ingin menonjolkan nomor rekening melalui iklan tersebut. Mengenai pencantuman foto dan nomor urut, pihaknya tak bermaksud ingin mendahului kampanye di media massa.

"Itu nomor rekening bukan promosi mengenai beliau. Itu nomor rekening masyarakat yang ingin berpartisipasi," ujar Erick.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ma'ruf Amin mengaku keturunan kiai dan raja di Madura
Bawaslu dalami dugaan pelanggaran iklan kampanye Jokowi-Ma'ruf
Timses Jokowi ungkit kegagalan Sudirman Said kuasai saham Freeport
Timses Jokowi ingatkan Tim Sandiaga berikan data akurat
Kubu Jokowi nilai caleg PAN sadar kalau promosikan Prabowo akan kehilangan kursi
Zulkifli Hasan minta kepala daerah dari PAN tak usah dukung mendukung capres

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.