LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemred RCTI sebut Raymond tak pernah ikut rapat evaluasi

"Saya tidak kenal dia, tidak tahu dia di mana. Dia tidak pernah hadir. Tidak pernah ada," ungkap Arya.

2014-07-02 16:25:58
SP3 Raymond
Advertisement

Pemimpin Redaksi RCTI Arya Sinulingga heran ketika mendengar pengakuan mantan Produser Seputar Indonesia Raymond Arian Rondonuwu yang dikabarkan penolakan berita soal bocornya materi debat kepada kubu Jokowi - JK. Sebab, sebagai produser, Raymond tidak pernah hadir untuk memberikan tanggapan terhadap berita yang ditayangkan di Seputar Indonesia.

"Di dalam newsroom, seperti kita ketahui ada proses pemuatan berita, yaitu evaluasi dan budgeting. Dan Raymond tidak hadir dalam evaluasi, dan Raymond tidak ikut budgeting. Perdebatan evaluasi ada di evaluasi dan budgeting. Jadi Raymond tidak hadir, di manakah dia komplain, tidak ada," ujar Arya dalam diskusi 'Kode Etik dan Demokrasi Newsroom' di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu (2/7).

Dia menjelaskan, Raymond hanya membuat sebuah tulisan catatan kaki tambahan di bagian paling bawah naskah yang ditulisnya dan kemudian dikirimkan ke dalam i-news. Isinya pun bukan keberatan atas berita yang ditayangkan, tapi protes terhadap pimpinan.

"Berita fitnah inilah yang dibuat wartawan saya (Raymond) yang dibuat di lingkungan news saya. Ini bukan komplain, ini bukan perjuangkan gugatan isi siar. Jadi kalau dikatakan di banyak berita dia menggugat, memperjuangkan, dan mendebat habis semua masalah berita ini tidak benar, itu bohong, ini berita fitnah yang dia bangun," tegasnya.

Atas alasan itulah, Arya lalu memberikan surat peringatan berupa SP3 terhadap Raymond karena menyebarkan gosip di internal RCTI. Apalagi, dia malah menghilang setelah menulis catatan kaki tersebut, atau mengikuti evaluasi berita.

"1, 2, 3 hari sebelumnya, tidak hadir juga. Saya tidak kenal dia, tidak tahu dia di mana. Dia tidak pernah hadir. Tidak pernah ada, coba cek di youtube kalau tidak dipotong. Jadi bukan komplen, seperti yang dikatakan perjuangan jurnalistik. Saya ajak meeting sore-sore enggak pernah muncul," keluhnya.

Mengenai jawaban itu, Dandhy Dwi Laksono yang ikut dalam diskusi tersebut langsung mempertanyakan beberapa hal yang menurutnya aneh. Bahkan, dia menilai RCTI tidak memuat cover both side atas berita yang disampaikan itu. Padahal, dalam etika jurnalistik diwajibkan memasukkan unsur cover both side dalam pemberitaan yang diterbitkan.

"Lalu closernya gimana, endingnya gimana. Ketika semuanya bantah semua gimana RCTI untuk mengubah berita yang sudah kadung diberitakan," tanya dia kembali.

Namun, Arya enggan menjawab pertanyaan yang disampaikan Dandhy tersebut. Arya beranggapan telah memberikan fakta soal terbitnya SP3 terhadap salah satu anak buahnya.

"Saya rasa semuanya sudah jelas tadi," sahutnya.

Baca juga:
Gabung tim Prabowo-Hatta, Pemred RCTI mengaku sudah nonaktif
Pemred RCTI debat dengan aktivis pers soal etika jurnalistik
SP3 Raymond, Pemred RCTI diduga langgar kode etik jurnalistik
IJTI tunggu Raymond laporkan kasus SP3-nya
SP3 Raymond, anggota AJI ditantang debat Pemred RCTI

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.