Pemprov Jatim Santuni Keluarga 19 Petugas Pemilu Meninggal
Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam menyebut, panjangnya rangkaian Pemilu tahun ini, membuat banyak petugas di lapangan drop. Mereka kelelahan sehingga penyakit lamanya kambuh.
Dari catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga hari ini, ada 19 petugas Pemilu 2019 di Jawa Timur, baik dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun PPK (tingkat kecamatan) yang meninggal dunia. Sesuai instruksi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pemprov akan memberi santunan Rp 5 juta kepada masing-masing keluarga dari petugas KPPS dan PPK yang meninggal tersebut.
"Rencananya (santunan Rp 5 juta) disiapkan untuk uang duka, pemberiannya masih melihat waktu yang pas," kata Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Jawa Timur, Aries Agung Paewai, Rabu (24/4).
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam menyebut, panjangnya rangkaian Pemilu tahun ini, membuat banyak petugas di lapangan drop. Mereka kelelahan sehingga penyakit lamanya kambuh.
"Dan juga ada yang meninggal akibat kecelakaan," ujarnya.
Selain meninggal dunia, lanjut Anam, juga ada sekitar 47 petugas Pemilu yang jatuh sakit karena kelelahan pasca-pemungutan suara di TPS, serta saat proses rekapitulasi di tingkat kelurahan dan kecamatan.
"Saat ini ada yang masih menjalani rawat inap di rumah sakit, Puskesmas, maupun rawat jalan," jelasnya.
Karena proses rekapitulasi belum selesai, baik di tingkat PPK maupun KPU kabupaten/kota, Anam mengaku sudah mengintruksikan kepada KPU di 38 kabupaten/kota agar berkoordinasi dengan dinas kesehatan maupun tim medis dari kepolisian untuk membantu mengecek kesehatan para petugas yang tengah melaksanakan rekapitulasi.
"Kami berharap jumlah (petugas yang meninggal) ini tidak bertambah lagi, sebab kegiatan tahapan pemilihan umum masih banyak, seperti rekap di tingkat PPK dan KPU kabupaten/kota," ungkapnya.
Terkait petugas yang meninggal, Anam mengaku pihaknya akan menggalang dana santunan untuk keluarga yang ditinggalkan. "KPU pusat masih berupaya supaya mereka mendapatkan santunan," tutup Anam. (ma)
Berikut data petugas KPPS dan PPK di Jatim yang meninggal dunia:
1. Iqbal (tenaga pendukung KPU Jombang)
2. Joko Priyo Saputro (ketua PPS Kendalrejo, Blitar)
3. Ismani (Linmas Kota Mojokerto)
4. Agus (anggota KPPS Tlogomas, Malang)
5. Asnawi (anggota PPS Desa Longos, Sumenep)
6. Syaiful (ketua KPPS Desa Tamidung, Sumenep)
7. Suliman (ketua KPPS Kerta Barat, Sumenep)
8. Solihin (petugas ketertiban Desa Pulo, Lumajang)
9. Sukri (petugas ketertiban Desa Kaliuling, Lumajang)
10. Muh. Slamet (sekretariat PPS Wonoayu, Lumajang)
11. Ajis (anggota KPPS Menyono Kuripan, Kabupaten Probolinggo)
12. Badrul Munir (anggota KPPS 19 Kedung Baruk, Surabaya)
13. Soki (petugas keamanan TPS 12 Desa Mojokerep Kabupaten Kediri)
14. Sugeng (Linmas TPS 10 Desa Kenongo Tulangan, Sidoarjo)
15. Arif (anggota KPPS 18 Kelurahan Kedung Asem, Kota probolinggo)
16. Subagyo (anggota Linmas TPS 24 Ngijo, Kabupaten Malang)
17. Edi Supandi (anggota KPPS TPS 24 Gedungombo, Tuban)
18. Isran anggota KPPS Desa Sumberejo Kecamatan Maospati, Magetan
19. Tohiron, Linmas TPS 21 Kelurahan Karanganyar, Kota Pasuruan.
Baca juga:
Ratusan Petugas KPPS Meninggal Dunia, Wiranto: Kita Doakan Pahlawan Demokrasi
Seorang Petugas TPS di Gresik Meninggal akibat Kelelahan, 2 Orang Masuk UGD
Kelelahan, Ketua PPK di Karanganyar Meninggal Dunia
Menkes Akui Tak ada Kerjasama dengan KPU Cek Kesehatan Petugas KPPS
Petugas KPPS di Musi Banyuasin Meninggal karena Ditabrak Babi Hutan
Petugas Pemilu yang Tewas di Jateng Bertambah 17 Orang