Pemprov Jatim akan bertanggungjawab seluruh korban longsor Ponorogo
Menurut Soekarwo, Pemprov Jawa Timur akan memberikan santunan Rp 10 juta per orang bagi yang meninggal. Sedangkan untuk korban luka, masih dilakukan penghitungan.
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menegaskan, bencana longsor yang terjadi di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo pada Sabtu lalu (1/4), bukan bencana nasional. Karena masih tergolong bencana daerah, kata Soekarwo, Pemprov Jawa Timur akan bertanggung jawab terhadap seluruh korban.
Menurut Soekarwo, Pemprov Jawa Timur akan memberikan santunan Rp 10 juta per orang bagi yang meninggal. Sedangkan untuk korban luka, masih dilakukan penghitungan.
"Bantuan dari pusat seperti bantuan hidup, itu sementara kita saja dulu, nanti Bu Kesi (Kadinsos Jatim Sukesi) kan bisa ngadep ke Bu Mensos (Khofifah Indar Parawansa), kita terima kasih ke Bu Mensos," kata Soekarwo di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (3/4).
Tak hanya jaminan hidup yang menjadi tanggung jawab Pemprov bersama Pemkab Ponorogo. Tapi juga merelokasi korban yang saat ini masih berada di pengungsian.
"Tapi yang terus menerus kita lakukan adalah tanggung jawab terhadap pengungsi dan pasca ini, tentang kehidupan itu adalah kabupaten dan provinsi. Tentang biayanya dari provinsi, yang mengelola, mengorganisasi adalah kabupaten, Pak Bupati (Ipong Muchlisoni)," jelasnya.
"Tempat sementara, jangan dipengungsian terus. Kita carikan rumah sementara, sambil nanti relokasinya kita siapkan, rumah sementara ini kita buatkan dengan tipe sangat sederhana agar tidak dipengungsian dan dia (warga korban) bisa kumpul dengan keluarganya. Itu sementara," tutup Soekarwo.
Sebelumnya diketahui, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial Rp 1,34 miliar bagi korban tanah di Kabupaten Ponorogo. Bantuan tersebut langsung diserahkan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi bencana, pada Minggu kemarin.
Bantuan itu, rinciannya; Rp 832 juta berupa bantuan logistik yang terdiri dari paket lauk pauk, family kid, food ware, selimut woll, matras, tenda gulung, tenda keluarga dan sandang paket. Sementara sisanya disiapkan untuk santunan ahli waris korban meninggal/hilang sejumlah masing-masing Rp 15 juta dan maksimal Rp 5 juta untuk korban luka.
Teranyar, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu orang korban tertimbun longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Korban ditemukan di sektor C pada pukul 14.10 WIB, Senin (3/4). Korban langsung diidentifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Jatim.
Korban diketahui atas nama Sunadi (47). Dengan demikian 3 orang korban meninggal dunia telah ditemukan yaitu Katemi (70), Iwan Danang Suwandi (30) dan Sunadi (47).
Korban telah dimakamkan. Ketiga korban beralamat di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
"Sebanyak 25 orang masih hilang tertimbun longsor. Proses evakuasi dihentikan pada Senin siang pukul 14.30 WIB karena hujan deras," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (3/4).
Baca juga:
Longsor Ponorogo, total 3 meninggal dunia dan 25 orang masih dicari
Tertimbun 17 meter, 26 korban longsor di Ponorogo sulit dievakuasi
Alat berat ditambah guna percepat pencarian korban longsor Ponorogo
Evakuasi korban longsor Ponorogo, tim SAR kerahkan anjing pelacak
Cerita Ismiatun berusaha selamatkan ibu dan anaknya dari longsor
Kerusakan parah akibat bencana longsor melanda Ponorogo
Hujan deras, pencarian korban longsor di Ponorogo dihentikan
Hujan deras, pencarian korban longsor di Ponorogo dihentikan
Hujan deras, pencarian korban longsor di Ponorogo dihentikan