LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemprov Jateng Berupaya Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19

Jika kasus penularan Covid-19 ditemukan sejak dini, saat penderitanya masih mengalami gejala ringan, maka penanganannya lebih mudah dilakukan.

2020-07-03 12:02:53
Corona di Indonesia
Advertisement

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menurunkan angka kematian akibat Covid-19 menjadi sekitar 4 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan saat ini angka kematian akibat virus Corona di Jateng sekitar 8 persen.

"Kunci untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 salah satunya penemuan dini kasus," kata Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo di Kudus, Jumat (3/7).

Jika kasus penularan Covid-19 ditemukan sejak dini, saat penderitanya masih mengalami gejala ringan, maka penanganannya lebih mudah dilakukan.

Advertisement

Di samping itu, apabila kasus penularan pada warga lanjut usia atau warga dengan penyakit penyerta dideteksi dan ditangani sejak dini, maka kemungkinan sembuhnya lebih besar.

Guna mendeteksi kasus Covid-19 sejak dini, Pemprov Jawa Tengah berupaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas laboratorium pemeriksaan Covid-19 yang ada.

Advertisement

Yulianto mengatakan, saat ini ada 11 laboratorium pemeriksaan Covid-19 dan enam laboratorium milik rumah sakit yang bisa digunakan untuk pemeriksaan Covid-19.

"Semua rumah sakit daerah di Jateng memang diupayakan menuju ke sana. Hanya saja, langkah yang paling nyata saat ini dengan otomatisasi sehingga kapasitas pemeriksaan semakin bertambah," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Menurut data pemerintah provinsi, hingga Jumat pukul 10.15 WIB jumlah pasien Covid-19 di Jawa Tengah sebanyak 4.519 orang dengan perincian 1.903 pasien masih menjalani perawatan, 2.236 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 380 orang meninggal dunia.

Yulianto menjelaskan, masyarakat merupakan garda depan dan tenaga kesehatan merupakan garda belakang dalam penanggulangan Covid-19.

"Jika garda paling depan kuat, maka yang belakang juga kuat sehingga peran masyarakat penting sekali," tutupnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.