Pemprov Jabar tak janjikan bonus Sri Wahyuni peraih perak Olimpiade
Pemprov Jabar hanya mampu melakukan pembinaan yang dianggap lebih efektif.
Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Deddy Mizwar merasa bangga atas prestasi Sri Wahyuni mampu menyabet perak dalam cabang olahraga angkat besi Olimpiade 2016 di Rio de Janiero, Brazil. Pemprov Jabar kini tengah menyiapkan bonus untuk Sri, namun pihaknya enggan berjanji.
"Insya Allah kita pikirkan yah, jangan janji dulu kalau belum pasti," kata Deddy Mizwar di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (9/8).
Menurut Demiz, sapaan akrabnya, torehan prestasi diraih Sri harus diapresiasi. Tetapi lebih dari itu, pembinaan selanjutnya harus menjadi prioritas bersama.
"Kita harus hargai, harus apresiasi, dan bagaimana nanti pembinaan selanjutnya seperti apa. Karena (mendapatkan) perak di Olimpiade bukan hal yang mudah, levelnya dunia, kita harapkan mungkin yang akan datang bisa mendapat emas," jelasnya.
Demiz mengatakan, adanya kompetisi rutin adalah salah satu cara pembinaan yang efektif. "Melalui sebuah kompetisi yang teratur dan sponsor- sponsor yang bisa dilakukan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta," katanya.
Sri Wahyuni Agustiani, meraih medali perak setelah mencatatkan angkatan total 192 kg, dengan angkatan snatch 82 kg dan clean & jerk 107 kg. Sri hanya dikalahkan lifter asal Thailand, Tanasa Sopita dengan total angkatan terpaut 8 kg saja.
Ini merupakan debut pertama lifter putri kelahiran Bandung, 13 Agustus 1994 tersebut di pesta olah raga multi cabang terbesar di dunia itu. Hingga saat ini, Indonesia telah berhasil mengumpulkan dua medali perak dari cabang olah raga yang sama yakni angkat besi pada Olimpiade Rio 2016.
Baca juga:
Sri Wahyuni, atlet Indonesia penyabet medali pertama
Eko Yuli Irawan persembahkan medali perak untuk Indonesia
2 Atlet angkat besi Indonesia raih medali perak di Olimpiade Brazil
Atlet judo Saudi dituduh menghindar lawan Israel di Olimpiade Rio
Aksi energik pemain voli cantik Brasil di Olimpiade 2016