LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemprov Jabar Siapkan Payung Hukum untuk Menindak Puluhan Pabrik Cemari Sungai

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Bambang Riyanto menjelaskan, penanganan sungai tersebut sudah diambil alih oleh Pemprov Jabar dari Pemkab Bogor.

2019-10-02 23:32:34
Pemprov Jabar
Advertisement

Puluhan pabrik terindikasi mencemari Sungai Cileungsi, Bogor dan Sungai Cilamaya, Karawang. Namun, penindakan tegas masih menunggu payung hukum dan dukungan anggaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Bambang Riyanto menjelaskan, penanganan sungai tersebut sudah diambil alih oleh Pemprov Jabar dari Pemkab Bogor. Keputusan itu, Bambang katakan, disampaikan langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan pertengahan bulan lalu.

Salah satu alasan pengambilalihan penanganan itu karena masalahnya yang kompleks. Sungai Cileungsi misalnya, sudah lintas daerah antara Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Sedangkan Sungai Cilamaya yang alurnya melewati Karawang, Subang dan Purwakarta.

Advertisement

"Penanganan Sungai Cileungsi diperkuat lagi dengan rekomendasi Ombudsman yang meminta Pemprov mengambil alih penanganan dari Pemkab Bogor," kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (2/10/2019).

Disinggung mengenai realisasi mekanisme penanganan sungai dan penindakan terhadap pihak industri, ia menyebut sedang menyiapkan aspek yang dibutuhkan, seperti payung hukum.

Ia beralasan, pengalihan penanganan dari pemerintah daerah ke Pemerintah Provinsi membuat kedua sungai itu tidak masuk dalam perencanaan penataan seperti Sungai Citarum.

Advertisement

"Ini baru sekarang artinya kita menata dulu payung hukumnya dan siapa saja yang terlibat di dalamnya," katanya.

Sambil menunggu semua aspek terealisasi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri. "Dalam waktu dekat mudah-mudahan (payung hukum dan anggaran) sudah ada dan siap, dengan anggaran yang tidak ada sebelumnya kita harus bisa, secepatnya," imbuhnya.

Ia menyebut sudah melakukan pendataan industri di dua sungai tersebut yang diduga menjadi membuang limbah dan mencemari air. Pendataan akan terus dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan.

"Sementara di dari data yang kita miliki Cileungsi ada 56 industri, di Cilamaya ada 26 industri, terindikasi mencemari. Data ini (diprediksi) akan terus berkembang," pungkasnya.

Baca juga:
Alkohol Cemari Sungai Bengawan Solo, Ini Penyebabnya
Air Berwarna Hitam, Sungai Bengawan Solo Diduga Tercemar Limbah Berbahaya
Aktivis Muda Greta Thunberg Masuk Nominasi Penghargaan Nobel
Sebelum Beri Sanksi, Anies Akan Panggil Pabrik di Cilincing yang Hasilkan Polusi
Ambil Alih Penanganan Pencemaran Sungai Cileungsi, Emil Bentuk Tim Gandeng TNI-Polri
Pasca Insiden Tumpahan Minyak, Pertamina Bakal Tingkatkan Pengamanan

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.