Pemprov Jabar Belum Memutuskan Kapan Membuka Sarana Olahraga
Ada cabang olahraga yang berisiko terjadi kontak fisik dipastikan tidak boleh digelar dalam sementara ini. Ia memisalkan, sepakbola, bola voli, basket hingga gulat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum memutuskan untuk membuka sarana olahraga. Mereka masih merumuskan protokol kesehatan yang akan diterapkan, khususnya kegiatan olahraga yang melibatkan kontak fisik.
Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian Massal, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan covid-19 Jabar, Siska Gerfrianti, terus melakukan koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar.
Selain aturan, pembahasan antara kedua belah pihak berkaitan dengan penentuan tahapan cabang olahraga mana saja yang memungkinkan bisa kembali beraktivitas.
"Ini protokolnya harus ditentukan dulu karena sekarang kita ada di level 2-3," ujar Siska saat konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (18/6).
Namun yang jelas, ada cabang olahraga yang berisiko terjadi kontak fisik dipastikan tidak boleh digelar dalam sementara ini. Ia memisalkan, sepakbola, bola voli, basket hingga gulat.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan ke Gelora Olah Raga (GOR) Pajajaran Kota Bandung termasuk melakukan penyemprotan disinfektan.
Selain itu, tes masif pun sudah dilakukan melalui metode rapid tes. "Ada yang reaktif, dan kita tunggu (hasil) PCR-nya apa," ucap dia.
Baca juga:
Pemprov Jabar Sebut Jumlah Pengetesan Metode PCR Sudah Lampaui Standar WHO
27 Daerah di Jabar Belum Hijau, Ridwan Kamil Belum Putuskan Buka Sekolah Umum
Pesantren di Jabar yang Berada pada Zona Aman Segera Dibolehkan Beraktivitas
Ridwan Kamil: Warga Jakarta Jangan ke Puncak Dulu, Ada 'Random Sampling'
Pemprov Jabar Ubah Peraturan Protokol Kesehatan untuk Pesantren
Ridwan Kamil: Melihat Covid-19 Hari Ini, Pilkada Digeser 2021 Lebih Realistis