LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemprov Jabar Bahas Wacana Lockdown dengan Pemerintah Pusat

Total warga Jawa Barat yang positif virus corona (Covid-19) sejak wabah terjadi sebanyak 73 orang, diiringi dengan eskalasi status orang dalam pemantauan (ODP). Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta DPRD membahas opsi lockdown (menutup pergerakan orang yang masuk atau keluar) di beberapa daerah.

2020-03-26 14:54:58
Lockdown
Advertisement

Total warga Jawa Barat yang positif virus corona (Covid-19) sejak wabah terjadi sebanyak 73 orang, diiringi dengan eskalasi status orang dalam pemantauan (ODP). Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta DPRD membahas opsi lockdown (menutup pergerakan orang yang masuk atau keluar) di beberapa daerah.

"Saya ingin melaporkan, yang pertama positif di Jabar ada 73 (orang)," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (26/3).

"Mayoritas tiga per empat masih sama berada di zona (Kota) Bogor, (Kabupaten) Bogor, (Kota) Depok dan (Kota) Bekasi, (Kabupaten) Bekasi. Kedua, di (wilayah) Bandung raya," ia melanjutkan.

Advertisement

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), dari jumlah itu, 10 orang meninggal dunia, lima orang dinyatakan sembuh.

Kemudian, total ODP di Jawa Barat berjumlah 3.669 orang. Dari jumlah itu, 2.405 orang berstatus proses pemantauan, 1.264 orang selesai pemantauan.

Sedangkan total pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 572 orang. 460 orang di antaranya berstatus proses pengawasan, sedangkan 112 orang sudah selesai pengawasan.

Advertisement

Ridwan Kamil mengungkapkan, ada usulan dari DPRD untuk melakukan lockdown di beberapa daerah. Alasannya, pergerakan manusia menjadi salah satu hal yang harus dibatasi dengan maksimal. Namun, opsi itu masih akan dikaji dan dibahas dengan pemerintah pusat.

"Tapi sedang kita diskusikan dengan pemerintah pusat apakah masukan-masukan dari Pemprov Jabar bisa dipertimbangkan terkait beberapa masukan dari dewan situasi di daerah banyak orang mudik," ucap dia.

"Jadi problem hari ini ODP melonjak karena orang-orang yang harusnya tinggal di Jakarta mempergunakan (kebijakan) tidak kerja (kerja di rumah) ini malah pulang ke daerahnya seperti mudik, nah ini yang menjadi kendala besar sehingga kita akan lakukan sebuah tindakan yang lebih preventif," pungkasnya.

Baca juga:
Kang Emil: Semoga Pak Jokowi dan Keluarga Diberi Ketabahan dan Kekuatan
Cegah Corona, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Tinggal di Jakarta Jangan Mudik
3 Kepala Daerah di Jabar Positif Corona, Penyebaran Virus Berasal dari 3 Lokasi
Cerita Haru Ridwan Kamil Tampung Anak yang Orang Tuanya Positif Corona
Tes Masif Corona Covid-19, Ini Syaratnya yang Boleh Ikut
Skenario Ridwan Kamil Siapkan Hotel untuk Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Corona

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.