LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkot Yogya Telusuri Penularan Corona dari Klaster Pedagang Soto

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus berupaya mencari asal mula penularan virus corona, hingga membuat seorang pedagang soto yang berjualan di depan XT Square, Kecamatan Umbulharjo tertular.

2020-09-01 21:13:15
Corona di Indonesia
Advertisement

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus berupaya mencari asal mula penularan virus corona, hingga membuat seorang pedagang soto yang berjualan di depan XT Square, Kecamatan Umbulharjo tertular.

Dari hasil tracing diketahui, ada 10 orang kontak erat dengan pedagang soto yang juga dilaporkan positif corona. Upaya mencari asal mula penularan pun terus dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menerangkan, belum diketahui apakah pedagang soto itu tertular oleh pelanggan atau tertular saat beraktivitas harian.

Advertisement

"Belum tahu ketularan pelanggan atau pas belanja. Dia (pedagang soto) kan belanja ke pasar. Kita baru cari itu (asal penularan). Kemarin belum ditemukan ketularan di mana. Masih kita telusur jangan-jangan habis pergi dari mana atau ketemuan di mana," ujar Emma saat dihubungi, Selasa (1/9).

Emma menerangkan terkait klaster pedagang soto ini, Dinkes Kota Yogyakarta meminta kepada para pelanggan yang sempat membeli soto selama bulan Agustus untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan.

Emma menuturkan ada beberapa warga yang telah melaporkan ke Dinkes Kota Yogyakarta. Di antaranya adalah rombongan pesepeda yang sempat mampir membeli soto di warung tersebut.

Advertisement

"Untuk warga yang jajan di situ segera saja kalau ada keluhan ke rumah sakit layanan kesehatan bisa segera diperiksa,"kata Emma.

"Jumlah yang datang (melapor membeli soto) kemarin baru beberapa yang melapor. Ada yang makan di situ ada yang dibawa pulang. Baru rombongan gowes itu banyak delapan orang. Ada tiga rombongan yang lapor ini rombongan gowes. Ada yang ibu rumah tangga baru tiga kelompok yang melapor," imbuh Emma.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.