Pemkot Solo Mulai Vaksinasi Covid-19 Pada 14 Januari, Prioritas Nakes
Di Solo, dia menambahkan, vaksinasi akan dilakukan di 33 fasilitas kesehatan (faskes), seluruh puskesmas dan rumah sakit. Pihaknya sudah memproses pendataan sasaran yang akan diberikan vaksinasi. Hasil pendataan yang sudah diputuskan tersebut, nantinya akan masuk di 'big data' Kementerian Kesehatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mulai melakukan vaksinasi Covid-19, 14 Januari mendatang. Saat ini jatah vaksin untuk Kota Bengawan masih berada di Provinsi Jawa Tengah dan belum didistribusikan ke daerah.
"Untuk vaksinasi hasil rapat tanggal 1 Januari kemarin, itu diajukan minggu kedua bulan Januari atau 14 Januari. Yang awalnya minggu ketiga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Senin (4/1).
Di Solo, dia menambahkan, vaksinasi akan dilakukan di 33 fasilitas kesehatan (faskes), seluruh puskesmas dan rumah sakit. Pihaknya sudah memproses pendataan sasaran yang akan diberikan vaksinasi. Hasil pendataan yang sudah diputuskan tersebut, nantinya akan masuk di 'big data' Kementerian Kesehatan.
"Habis itu, yang ada di data tersebut akan mendapatkan SMS blast. Kemudian kita disuruh merespons, dengan memilih faskes dan jam pelayanan," ujarnya.
Berdasarkan proses tersebut, Pemkot Solo belum bisa menghitung jumlah nakes maupun warga yang akan diberikan vaksin. Sistem yang digunakan oleh kementerian, jelas Siti, satu data dan tersentral.
"Kita sudah melalui tahapan internal dan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Ini sudah mulai dapat SMS blast, saya juga sudah dapat. Aku kan nakes (tenaga kesehatan)," terangnya.
Siti mengungkapkan, sasaran dari vaksinasi tersebut terdiri dari 4 tahapan. Pertama adalah tenaga kesehatan di pelayanan terdepan. Setiap sesi, lanjut dia, antara 15 hingga 20 orang nakes. Sedangkan dalam sehari bisa 3-4 sesi untuk imunisasi. Satu hari, kata dia, kisaran satu faskes tersebut antara 30-60 untuk satu tim.
"Intinya pemerintah akan melindungi seluruh masyarakat, dalam arti untuk mendapatkan kekebalan imunitas itu sekitar 70-80 persen jumlah penduduk yang tervaksinasi. Kalau itu sudah tervaksinasi, Insya Allah, imunitas komunitas ini sudah terbentuk. Itu akan dilaksanakan secara bertahap, mulai Januari ini," tutupnya.
Siti menambahkan, untuk warga yang mendapatkan SMS blast, wajib melakukan vaksinasi, karena untuk melindungi diri sendiri. Kecuali jika hasil screening menyatakan yang bersangkutan masuk komorbid (dengan penyakit bawaan), sehingga ada kontra indikasi.
Baca juga:
Aturan Penyimpanan dan Pendistribusian Vaksin Covid-19
12.711 Nakes, TNI/Polri dan Satpol PP Tangsel Diprioritaskan Terima Vaksin Covid-19
Tenaga Medis RSUD Kabupaten Belitung Mulai Terima SMS Vaksinasi Covid-19
Pemerintah Siapkan 15 Ribu Fasyankes dan 30 Ribu Vaksinator Vaksin Covid-19
Kemenkes Tegaskan Data Penerima Vaksin Hanya Untuk Penanganan Covid-19