Pemkot Solo Gelar Rapid Test Covid-19 Massal, 7 Orang Ditemukan Reaktif
Rapid test hari ini dilakukan di sejumlah instansi. Diantaranya Sekwan, Bagian Umum, Kesra, Pemerintahan, DPPKAD, Kominfo, Kesbangpol, Kemendag, Disdik, Disnaker, Kebudayaan, TU, DLH, Dispora dan lainnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hari ini melakukan rapid test terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMD serta pegawai TKPK (tenaga kontrak dengan perjanjian kerja) di lingkungan Pemkot Solo. Hasilnya, 7 orang dinyatakan reaktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih mengatakan dari 350 undangan rapid test, ada 342 yang hadir. Mereka menjalani pemeriksaan oleh petugas dinas kesehatan hingga siang hari.
"342 yang di-rapid hari ini, yang reaktif ada 7 orang. Tetapi kita masih cek dulu dari mana. Kadang-kadang absennya tidak pas," ujar Siti, Rabu (10/6).
Siti menyampaikan, pihaknya akan segera menghubungi yang bersangkutan dan kantornya. Mereka yang dinyatakan reaktif ini selanjutnya diwajibkan melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil swab test.
"Swab test paling lambat kita lakukan Jumat besok. Syukur bisa dilakukan Kamis besok, semoga antrean di RSUD Bung Karno tidak banyak," katanya.
Jika hasil swab dinyatakan positif, maka mereka akan dibawa ke rumah sakit. Namun jika negatif, mereka bisa beraktivitas seperti biasanya dan bisa mengakhiri karantina.
Siti menambahkan, rapid test hari ini dilakukan di sejumlah instansi. Diantaranya Sekwan, Bagian Umum, Kesra, Pemerintahan, DPPKAD, Kominfo, Kesbangpol, Kemendag, Disdik, Disnaker, Kebudayaan, TU, DLH, Dispora dan lainnya.
"Besok ada 400 undangan rapid test untuk PDAM, Bank Solo, 5 Kecamatan, 54 kelurahan, Pedaringan, TSTJ, Damkar dan lainnya. Yang kita rapid test ini yang sering melakukan layanan langsung ke masyarakat," "pungkas Siti.
Baca juga:
Penyebaran Covid-19 di Sumut Belum Terkendali, 16 Kasus Baru Hari Ini
Pasien Covid-19 di Solo yang Dirawat Tinggal 10 Orang, Semua dalam Kondisi Baik
CEK FAKTA: Disinformasi Virus Flu Babi Lebih Ganas Ketimbang Covid-19
Faisal Basri Dorong Pemerintah Miliki Rencana Jangka Panjang Pemulihan Ekonomi
Nicholas Saputra Jadi Duta UNICEF, Malah Buat Warganet Jadi Baper