Pemkot Jaksel Alokasikan Rp380 Juta untuk Perbaikan Saluran Amblas Lenteng Agung, Target Dua Pekan Tuntas
Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengucurkan anggaran Rp380 juta untuk perbaikan saluran amblas di Lenteng Agung. Simak detail target penyelesaian dan kendala yang dihadapi dalam upaya mengembalikan kelancaran lalu lintas.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp380 juta untuk penanganan perbaikan saluran air yang amblas di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa. Anggaran ini mencakup seluruh rangkaian pekerjaan hingga tuntas, dengan target penyelesaian dalam waktu dua minggu. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa prioritas utama adalah mengembalikan fungsi jalan dan kelancaran lalu lintas di area tersebut.
Pengerjaan perbaikan saluran amblas ini telah dimulai sejak malam sebelumnya dengan fokus pada bagian utama saluran yang berada di bawah badan jalan. Hal ini bertujuan agar lalu lintas dapat kembali normal secepatnya, mengingat lokasi kejadian merupakan jalur padat. Petugas berupaya keras untuk menyelesaikan bagian inti perbaikan dalam waktu tiga hari, sehingga kemacetan dapat terurai dan masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan lancar.
Santo menargetkan lalu lintas di Lenteng Agung sudah dapat beroperasi normal pada hari Senin, tanpa ada kemacetan signifikan. Sementara itu, seluruh pekerjaan perbaikan, termasuk fondasi utilitas dan pengerasan jalan, diharapkan dapat rampung dalam kurun waktu dua pekan. Upaya ini merupakan komitmen Pemkot Jaksel untuk segera mengatasi permasalahan infrastruktur yang mengganggu mobilitas warga.
Anggaran dan Prioritas Pengerjaan Perbaikan Saluran Lenteng Agung
Anggaran sebesar Rp380 juta yang dialokasikan oleh Pemkot Jaksel akan digunakan untuk keseluruhan proses perbaikan saluran amblas di Lenteng Agung. Dana ini mencakup biaya material, pengerjaan, hingga penyelesaian akhir proyek. Santo menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan akan dimanfaatkan secara optimal untuk memastikan kualitas perbaikan yang tahan lama dan sesuai standar.
Prioritas utama dalam pengerjaan ini adalah pemasangan gorong-gorong (box culvert) dan pemulihan pengerasan jalan. Bagian ini sangat krusial karena berada tepat di bawah badan jalan yang amblas, sehingga memengaruhi stabilitas dan keamanan lalu lintas. Panjang ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan pengerasan ini mencapai sekitar 10 meter, yang membutuhkan penanganan cermat dan cepat.
Suku Dinas SDA Jakarta Selatan telah menetapkan target yang ambisius namun realistis, yaitu mengembalikan fungsi jalan agar lalu lintas kembali normal dalam tiga hari. Target ini berfokus pada aspek fungsionalitas jalan untuk kendaraan. Sementara itu, seluruh pekerjaan perbaikan, termasuk detail-detail teknis lainnya, ditargetkan selesai dalam dua pekan.
Kendala Lapangan dan Koordinasi Utilitas di Lenteng Agung
Proses pengerjaan perbaikan saluran amblas telah dimulai dengan pemasangan empat unit box culvert sepanjang empat meter. Setelah pemasangan gorong-gorong ini selesai, petugas akan melanjutkan dengan pemadatan tanah dan pengecoran perkerasan jalan. Tahapan ini penting untuk memastikan struktur jalan kembali kuat dan aman untuk dilalui kendaraan berat.
Meskipun pengerjaan berjalan lancar, Santo mengakui adanya kendala utama berupa kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Kondisi ini sedikit menghambat mobilitas alat berat dan petugas di lapangan. Ia menyatakan bahwa pengerjaan bisa lebih leluasa dan cepat apabila jalan dapat ditutup total, namun hal ini akan berdampak lebih besar pada kemacetan.
Selain perbaikan saluran, Suku Dinas SDA juga berkoordinasi dengan pemilik utilitas terkait. Sejumlah tiang dan jaringan kabel di sekitar lokasi terdampak oleh pekerjaan perbaikan ini. Nantinya, perbaikan fondasi utilitas akan dilakukan setelah pemasangan turap selesai, memastikan tidak ada gangguan pada layanan publik lainnya.
Antisipasi dan Evaluasi Saluran Lama di Jakarta Selatan
Menanggapi potensi kejadian serupa di masa mendatang, Santo menekankan pentingnya melakukan pengecekan rutin terhadap saluran-saluran lama. Terutama, saluran melintang (crossing) yang berada di bawah ruas jalan umum perlu diperiksa secara menyeluruh. Banyak dari saluran ini yang usianya sudah lebih dari 25 tahun, sehingga rentan mengalami kerusakan atau amblas.
Pengecekan ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh Suku Dinas SDA. Oleh karena itu, akan melibatkan instansi terkait lainnya, seperti Suku Dinas Bina Marga. Kolaborasi antar instansi sangat diperlukan mengingat infrastruktur saluran seringkali terintegrasi dengan jaringan jalan umum, memastikan evaluasi yang komprehensif dan solusi yang terpadu.
Pemkot Jaksel melalui Santo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi selama proses perbaikan berlangsung. Diharapkan, dengan selesainya pekerjaan utama sesuai target, aktivitas warga dapat kembali normal. Upaya pencegahan ke depan diharapkan dapat meminimalkan kejadian serupa dan menjaga infrastruktur kota tetap prima.
Sumber: AntaraNews