Pemkot Harus Tegas Tangani Konflik Taksi Online dan Konvensional di Batam
Inovasi teknologi yang mudah digunakan dan juga murah adalah hal yang tidak bisa dihindari, di zaman sekarang ini.
Bakal Calon Wali Kota Batam dari jalur independen, Rian Ernest menanggapi persoalan taksi online dan taksi konvensional, yang terus berlarut di Kota Batam. Hingga kini tidak terselesaikan.
"Konflik ini bukan barang baru. Sebulan ke belakang sudah tiga kali mereka baku hantam. Kalau tidak ada ketegasan, bagaimana kita mau menjaring wisatawan mancanegara? Pemkot perlu segera duduk bersama dan menunjukkan ketegasan sikap," kata Rian, Minggu (29/12).
Menurutnya Pemerintah Kota Batam harus tegas dalam menangani konflik antara taksi online dengan taksi konvensional di Kota Batam yang selama ini tidak terselesaikan. Inovasi teknologi yang mudah digunakan dan juga murah adalah hal yang tidak bisa dihindari, di zaman sekarang ini.
"Taksi online dan taksi pangkalan harus bisa berdampingan bersama-sama dengan prinsip saling menguntungkan," kata Rian.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemkot Batam untuk segera duduk bersama dan memberikan ketegasan sikap soal moda transportasi online dan konvensional ini.
"Apalagi Kota Batam ini adalah kota yang mempunyai KEK berbasis digital. Teknologi dan digitalisasi akan menjadi kunci mendongkrak Batam lebih baik lagi menuju Batam Baru," katanya.
Jangan Ada Kekerasan
Secara prinsip, menurut Rian, sesuai Permenhub 2018, taksi online sudah boleh di perkotaan bahkan sampai bandara dan pelabuhan.
"Wewenang Gubernur untuk taksi online hanya apabila ada wilayah taksi online yang lebih luas dari satu kabupaten/kota. Kan di Batam ini tidak demikian. Artinya wali kota punya peranan dan fungsi besar untuk mengambil sikap," katanya.
Sehingga menurutnya tidak boleh ada kekerasan, dari pihak manapun. "Tidak ada pembenar apapun untuk kekerasan di tengah bumi madani Batam ini. Mari duduk bersama dan cari solusi dengan prinsip saling menguntungkan, dan jangan biarkan masalah terus berlarut. Stabilitas keamanan akan berpengaruh terhadap laju investasi di kota kita ini," kata Rian.
Sebelumnya, terjadi perselisihan antara pengemudi taksi online dengan taksi konvensional di kawasan Nagoya Hills, Kota Batam. Perselisihan ini bahkan membuat salah seorang pengemudi taksi online ditahan ramai-ramai oleh para pengemudi taksi konvensional.
(mdk/eko)