Pemkot Depok mengeluh produksi sampah meningkat
Pemkot Depok mengeluh produksi sampah meningkat. Meningkatnya sampah berkorelasi dengan jumlah penduduk. Pemicu lainnya adalah perubahan pola hidup manusia. Dicontohkan, saat ini banyak kaum ibu yang memilih menggunakan popok bayi sekali pakai ketimbang popok kain yang bisa digunakan kembali.
Produksi sampah di Depok per hari mencapai 1.250 ton. Namun yang terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya 750 ton saja.
"Sisanya tidak terangkut dan ini menjadi PR kami," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Etty Suryahati, Senin (24/10).
Dari total itu, sekitar 60 persen sampah masih bersifat organik. Sedangkan sisanya adalah sampah non-organik, termasuk sampah plastik.
"Setiap satu orang berkontribusi pada konstribusi sampah sebesar 0,5 hingga 0,7 Kg per hari," ucapnya.
Meningkatnya sampah berkorelasi dengan jumlah penduduk. Pemicu lainnya adalah perubahan pola hidup manusia. Dicontohkan, saat ini banyak kaum ibu yang memilih menggunakan popok bayi sekali pakai ketimbang popok kain yang bisa digunakan kembali.
"Bayangkan jika ada 10 ribu bayi di Depok maka sehari produksi sampah popok ada berapa dalam sehari Bahkan, usia anak 5 tahun masih ada yang pakai popok jenis itu," tandasnya.
Dikatakan, ketergantungan warga terhadap penggunaan tisu yang juga tinggi memberikan kontribusi terhadap sampah. Padahal dulu warga masih membawa sapu tangan ke mana-mana. Solusinya, kata dia bisa dimulai dari rumah, restoran, pelaku usaha.
Harapannya agar mau mengurangi produksi sampah dengan cara pemilahan sampah di rumahnya. Sampah organik bisa dijadikan pupuk. Jika pemilahan sampah dilakukan sejak dulu maka TPA tidak akan penuh seperti sekarang.
"Saat ini sekitar 60 persen RT RW sudah tersentuh pemilahan sampah. Target setiap wilayah di Depok melakukan hal tersebut, Lapas pun juga sudah pemilahan sampah," pungkasnya.(mdk/eko)