Pemkab Tapanuli Selatan Terima Bantuan 500 Alat Rapid Test dari USU
Syahrul mengungkapkan sesungguhnya tim GTPP Tapanuli Selatan sudah banyak bekerja melakukan pelacaka, baik pelaku perjalanan dan masyarakat lainnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menerima bantuan alat kesehatan sebanyak 500 unit Rapit Test dari Universitas Sumatera Utara (USU).
Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M.Pasaribu selaku Ketua GTPP COVID-19, di Sipirok, Kamis (25/6), mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada Universitas Sumatera Utara (USU) atas bantuan 500 unit alat kesehatan rapid test tersebut.
"Bantuan dari USU itu dapat memperkuat tim GTPP dalam mengantisipasi penanganan percepatan penyebaran COVID-19 di daerah ini sekaligus melengkapi alat-alat untuk mentracing masyarakat yang kemungkinan terpapar pandemi," katanya.
Syahrul mengungkapkan sesungguhnya tim GTPP Tapanuli Selatan sudah banyak bekerja melakukan pelacakan, baik pelaku perjalanan dan masyarakat lainnya.
"Meski demikian GTPP COVID-19 Tapanuli Selatan akan terus secara berkelanjutan melakukan pengawasan di tengah masyarakat apalagi menyongsong era tatanan normal baru di tengah COVID-19," katanya.
Bantuan itu diserahkan oleh Ketua Majelis Wali Amanat USU Panusunan Pasaribu dan diterima Bupati Tapsel Syahrul M.Pasaribu selaku Ketua GTPP COVID-19.
Selain Rapid Test sebanyak 500 unit dari USU, secara pribadi Panusunan Pasaribu juga menyalurkan bantuan sebanyak 1.500 buah masker dari Yayasan Haji Hasan Pinayungan Pasaribu (YHPP) untuk dibagikan ke puskesmas yang ada di Tapsel.
"Bantuan ini untuk kali pertama diberikan USU kepada Kabupaten Tapanuli Selatan disamping Langkat dan Kota Binjai. USU juga telah melaksanakan bakti sosial selama seminggu bagi masyarakat yang ingin menjalani tes cepat tanpa dikenakan biaya," katanya.
Baca juga:
Gubernur Sulsel Serahkan 4.000 Rapid Test ke Unhas
Pemprov Jabar Jadikan Stasiun di Bogor Sasaran Tes Masif
Dinkes Gelar Rapid Test 700 Pedagang di Pasar Tradisional Bantul
Rentan Terpapar Covid-19, 1.000 Petugas Kedatangan Bandara Soetta di Tes PCR
Gubernur Kaltara Bahas Aturan Tarif Tes Cepat dan PCR Covid-19
Cegah Bisnis Rapid Test