Pemkab Purbalingga Desak Pembagian Rapid Test Proporsional
Agus mengungkapkan dibanding dengan kabupaten di wilayah Banyumas sekitarnya, pasien positif Covid-19 di Purbalingga paling banyak, yakni 5 orang. Sementara PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 53 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.486 orang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah proporsional dalam mendistribusikan rapid test. Pasalnya, Purbalingga hanya menerima jatah 85 buah.
Jumlah ini tidak sebanding dengan kabupaten lain yang menerima rapid test lebih banyak, tetapi kasus positif Covid-19 lebih kecil.
"Kami meminta Pemerintah Provinsi Jateng untuk proporsional dalam mendistribusikan rapid test untuk penanganan Covid-19," kata Asisten Administrasi Pembangunan Setda Purbalingga, Agus Winarno saat menggelar rapat virtual dengan Pj Sekda Jateng, Selasa (31/3).
Agus mengungkapkan dibanding dengan kabupaten di wilayah Banyumas sekitarnya, pasien positif Covid-19 di Purbalingga paling banyak, yakni 5 orang. Sementara PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 53 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.486 orang.
"Mohon kepada Pemprov Jateng untuk proporsional dalam distribusi rapid test," tegasnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Pj Sekda Jateng Herru Setiadhie menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.
Direktur RSUD Goeteng Tarunadibrata, dr Nonot Mulyono mengatakan, penggunaan rapid test harus diulang dua kali setelah hari ketujuh melakukan test. RSUD Goeteng memberlakukan, test bagi pasien dengan pengawasan (PDP) tetap dilakukan melalui uji swab.
"Karena jumlahnya terbatas, maka rapid test kami gunakan untuk petugas medis yang menangani langsung pasien Covid. Jika jumlahnya berlebih, ODP bisa kami gunakan dengan rapid test," tutupnya.
Baca juga:
1.443 Warga Depok Jalani Rapid Test, 40 Positif Virus Corona
Rapid Test di Jakarta: Dari 17.534 Orang, 282 Dinyatakan Positif Corona
Bogor Gelar Rapid Test Covid-19 Sistem Drive Thru
Hari Ini, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Corona Serentak di Semua Puskesmas
600 Alat Rapid Test Covid-19 di Tangsel Diprioritaskan untuk ODP, PDP & Tenaga Medis
Rapid Test di Jawa Barat: Dari 22.000 Warga, 300 Terindikasi Positif Corona