LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkab Lumajang akan Mendirikan Pos Pantau Lahar Dingin Semeru di Curah Kobokan

Menurutnya, terjadinya awan panas guguran Gunung Semeru sekitar satu bulan lalu ditambah dengan yang terjadi pada Sabtu (16/1) semakin menambah endapan material vulkanik.

2021-01-18 14:49:08
Gunung Semeru Meletus
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berencana mendirikan pos pantau lahar dingin Semeru di Curah Kobokan setelah terjadi erupsi yang meluncurkan awan panas guguran pada akhir pekan lalu.

"Pendirian pos pantau ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya lahar dingin Gunung Semeru yang tidak bisa diprediksi, sehingga kondisi terkini Gunung Semeru bisa terpantau setiap saat," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq di Lumajang dilansir Antara, Senin (18/1).

Menurutnya, terjadinya awan panas guguran Gunung Semeru sekitar satu bulan lalu ditambah dengan yang terjadi pada Sabtu (16/1) semakin menambah endapan material vulkanik.

Advertisement

"Tentu endapan di atas lebih banyak lagi, sehingga yang dikhawatirkan kalau hujan turun sewaktu-waktu dapat berpotensi terjadi lahar dingin yang tidak bisa diantisipasi lebih awal," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, curah hujan yang tidak merata juga menjadi salah satu penyebab lahar dingin tidak bisa diprediksi, sehingga dengan adanya pos pantau di Curah Kobokan, antisipasi lahar dingin dapat dilakukan sejak dini.

"Sewaktu-waktu bisa terjadi lahar dingin dan tidak hanya satu lokasi saja. Di bawah juga banyak warga atau penambang yang bekerja dan beraktivitas di dekat aliran sungai yang berhulu di Semeru, sehingga petugas bisa menyampaikan ke bawah agar segera ada langkah antisipasi kalau terjadi lahar dingin," katanya.

Advertisement

Sementara itu, aktivitas warga di lereng Gunung Semeru sudah kembali normal dan sebagian besar warga yang bertani dan bercocok tanam kembali ke sawah dan ladangnya.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi dengan mengimbau masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas, karena suhunya masih tinggi, serta mewaspadai luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yang berhulu di Gunung Semeru, karena banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.

Baca juga:
Gunung Semeru 11 Kali Erupsi, Warga Diimbau Tidak Beraktivitas dalam Radius 1 Km
3 Kabar Terbaru Gunung Semeru, Warga Diminta Tetap Waspada
Warga Diimbau tidak Beraktivitas di Radius 1 Km dari Puncak Semeru
Aktivitas Warga Usai Letusan Semeru di Lumajang
Gunung Semeru Erupsi, Polda Jatim Kirim 300 personel Brimob ke Lumajang

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.