Pemkab Garut Temukan Klaster Covid-19 di Sekolah
Leli mengaku hingga saat ini, klaster sekolah di Garut jumlahnya mencapai lebih dari lima. Berdasarkan catatan merdeka.com, sebelumnya sempat ditemukan kasus Covid-19 di beberapa sekolah menengah atas/sederajat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, saat ini klaster sekolah di Garut banyak bermunculan. Oleh karena itu ia meminta agar seluruh masyarakat untuk senantiasa taat dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk di sekolah.
Dia mengaku hingga saat ini, klaster sekolah di Garut jumlahnya mencapai lebih dari lima. Berdasarkan catatan merdeka.com, sebelumnya sempat ditemukan kasus Covid-19 di beberapa sekolah menengah atas/sederajat.
“Hingga saat ini memang sudah cukup banyak bermunculan klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Setidaknya, sudah ada lebih dari lima klaster sekolah yang muncul di Kabupaten Garut,” katanya di Garut, Jumat (11/2).
Salah satu upaya untuk meminimalisasi dari paparan Covid-19, menurutnya adalah seluruhnya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
“Apalagi saat ini kasus Covid-19 di Garut sedang mengalami peningkatan,” ucapnya.
Saat ini, diakui Leli, pihaknya sedang membujuk guru dan siswa yang terpapar Covid-19 untuk mau menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat, khususnya yang dari klaster sekolah dasar di Kecamatan Cibalong. Mayoritas dari mereka diketahui memang mengalami gejala ringan.
“Sekarang mereka masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Kita sedang bujuk untuk isolasi ke rusun," ujarnya.
Tempat isolasi di rusunawa, disebutnya memang cukup jauh dari Cibalong. Namun tempat tersebut menjadi pilihan terbaik karena tempat isolasi terpusat di wilayah selatan Garut belum bisa digunakan karena masih dipersiapkan.
Lokasi lainnya di wilayah selatan Garut yang menjadi tempat isolasi, RSUD Pameungpeuk, menurutnya diperuntukan bagi pasien yang bergejala sedang hingga berat. “Kalau membuat tempat isolasi terpusat di kantor Kecamatan kurang efektif,” sebutnya.
"Kan harus tetap harus ada pengawasan tenaga kesehatan juga. Kalau terlalu banyak tempat isolasi juga kasihan tenaga kesehatan, mereka juga banyak yang positif. Makanya kami bujuk ke rusun, sambil kami persiapkan tempat isolasi di selatan," tambah dia.
Leli menambahkan, meski kasus Covid-19 di Garut mulai mengalami peningkatan, Covid-19 jenis omicron belum dipastikan karena proses pemeriksaannya cukup lama. Hasil pengecekan terakhir, mereka yang terpapar masih varian delta.
Baca juga:
Sepekan PJJ akibat Klaster Covid-19, Gibran Kembali Buka PTM Pekan Depan
Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, Dua SD di Garut Ditutup
Sekolah Larang Anak Belum Divaksin Covid-19, Wali Murid di Padang Lapor Ombudsman
502 Siswa dan Guru Terpapar Corona, 41 Sekolah di Depok Ditutup Sementara
Kota Bekasi Berlakukan PTM Terbatas, Jam Pelajaran di Sekolah Dikurangi