LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkab Bondowoso tolak beras & daging impor rugikan petani lokal

Petani di Bondowoso masih mampu memasok daging dan swasembada beras di wilayah tersebut.

2016-06-21 12:08:59
Petani
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menolak masuknya daging sapi dan beras impor ke daerahnya, karena hal itu dinilai dapat merugikan para peternak sapi dan petani setempat.

"Selama ini Bondowoso telah mampu swasembada, dan masih sangat mampu mencukupi kebutuhan beras dari daerah sendiri dan bahkan Bondowoso juga bisa memasok beras ke luar kabupaten," ujar Bupati Bondowoso Amin Said Husni di Bondowoso, Selasa (21/6).

Amin memaparkan bahwa selain Kabupaten Bondowoso masih bisa mencukupi kebutuhan beras dari para petani setempat, juga dapat memenuhi kebutuhan daging sapi dari para peternak yang ada di daerah itu.

Advertisement

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan menolak jika ada beras maupun daging sapi impor.

"Kalau beras dan daging impor masuk ke sini tentunya akan merugikan petani, pedagang dan juga peternak sapi di Bondowoso. Saya tegaskan akan menolak impor daging maupun beras," tegasnya, seperti dikutip dari Antara.

Ditanya keinginan pemerintah Pusat terkait patokan harga daging sapi Rp 80.000 per kilogram, Bupati Bondowoso menyatakan sulit karena harga normalnya saja Rp 100.000 per kilogram.

Advertisement

"Kalau pemerintah Pusat mematok harga daging Rp 80.000, akan merugikan para peternak sapi dan juga pedagang, kecuali ada subsidi dari pemerintah," bebernya.

Amin menilai, negara tidak bisa kemudian menentukan harga daging tanpa ada mekanisme pasar. Kecuali pemerintah menggerojok atau menyuplai daging yang banyak kemudian para pedagang akan menurunkan dengan sendirinya karena harus bersaing harga.

"Artinya turunnya harga daging bukan karena dipaksa negara, tetapi karena adanya persaingan pasar. Jadi ada dinamika pasar tentang naik turunnya harga," pungkasnya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.