Pemkab Bekasi Bangun WC 'Sultan' untuk SD & SMP, Satu Toilet Dianggarkan Rp196,8 Juta
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, memberikan penjelasannya. Dia akuinya, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran Rp 98 miliar untuk membangun ratusan toilet di SD dan SMP di Kabupaten Bekasi. Pembangunan toilet ini dalam rangka persiapan sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang.
Pembangunan toilet di sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Bekasi, menjadi perbincangan. Sebab biaya yang dihabiskan bernilai fantastis.
Satu toilet dengan dimensi 3,5x3,6 meter menghabiskan anggaran sampai Rp 196,8 juta. Seperti yang sedang dibangun di SDN Mangunjaya 04, Kecamatan Tambun Selatan.
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, memberikan penjelasannya. Dia akuinya, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran Rp 98 miliar untuk membangun ratusan toilet di SD dan SMP di Kabupaten Bekasi. Pembangunan toilet ini dalam rangka persiapan sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang.
"Terhadap apa yang ramai di media pembangunan WC, ini kan pengerjaaannya baru 35 persen," kata Eka pada Rabu (16/12).
"Nanti saya akan mengevaluasi terhadap apa yang sudah dikerjakan, nanti ada inspektorat yang nantinya melihat," ucap Eka yang menyebut, pihaknya menunggu proses pembangunan rampung semua.
Jika ditemukan pelanggaran atau tidak sesuai dengan spesifikasi, Eka berjanji akan menindak tegas anak buahnya. Sebab, dengan anggaran sebanyak itu, pemerintah menginginkan bangunan WC berkualitas.
"Kita ingin uang masyarakat dipergunakan untuk masyarakat juga," kata Eka.
Berdasarkan data yang dihimpun, fasilitas pada MCK yang dibangun antara lain; dua unit urinoir, dua kloset jongkok, dua wastafel dinding, wastafel injak lima unit, ground water tank satu unit, toren berikut tewernya satu unit, biofilter septictank satu unit, pompa air dua unit, penutup atap baja ringan dan penutup plafon, listplank, dan tempat wudhu tiga kran.
Berdasarkan dokumen rancangan anggaran bangunan (RAB) pembangunan WC di SDN Mekarsari 5, Tambun Selatan, pekerjaan persiapan menelan biaya Rp 9,9 juta, lalu pekerjaan tanah Rp 3,2 juta, struktur beton Rp 23,1 juta, dinding Rp 16,6 juta, penutup lantai Rp 9,6 juta, plafond Rp 10,8 juta, mekanikal Rp 70,7 juta, pintu dan kusen Rp 7,6 juta, kaca Rp 644 ribu, instalasi listrik Rp 4,4 juta, dan struktur atap Rp 21,2 juta.
Total biaya yang dikeluarkan senilai Rp 198 juta sudah termasuk pajak 10 persen Rp 18 juta.
Lebih rinci dalam dokumen ini, contohnya adalah pekerjaan tiga pintu toilet menelan biaya Rp 7,6 juta, kemudian ada pekerjaan pemasangan toren berikut tower senilai Rp 11,3 juta, lima unit lampu pijar senilai Rp 1,4 juta.
(mdk/lia)