Pemimpin Padepokan Satrio Aji bantah racuni kopi Shendy dan Sanusi
Pemimpin Padepokan Satrio Aji bantah meracuni Shendy dan Sanusi. Setelah keduanya tewas di tempat, Anton diajak oleh D untuk membawa korban memakai mobil Sanusi. Karena panik Anton pun menuruti saja.
Anton Herdiyanto alias Aji (34) mengaku bahwa tewasnya Shendy dan Sanusi karena kopi beracun yang ditenggak keduanya. Namun dirinya mengaku bukan dia yang memasukkan racun dalam kopi.
Kejadian bermula ketika tersangka Anton janjian bertemu dengan Shendy di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya pada malam sebelum korban ditemukan tewas. Saat itu Shendy datang bersama Sanusi. Kemudian Anton membawakan kopi untuk kedua korban. Saat itu dia juga bersama satu rekannya yaitu D.
"Saya disuruh antar kopi ke kedua korban oleh kawan saya berinisial D. Pas kedua korban meminumnya tiba-tiba mereka jatuh dan sudah tidak bernapas," kata Anton, Selasa (4/10).
Dia mengaku kaget melihat reaksi keduanya. Pemimpin Padepokan Satrio Aji ini mengaku tidak tahu kalau kopi itu sudah dicampur racun.
"Bukan saya yang campur. Paling yang campur temen saya yang berinisial D itu, soalnya dia (inisial D) ngajakin buat abisin dia," ceritanya.
Setelah keduanya tewas di tempat, Anton diajak oleh D untuk membawa korban memakai mobil Sanusi. Karena panik Anton pun menuruti saja. "Yang nyopirnya juga D bukan saya," akunya.
Anton pun pergi ke Palembang membawa mobil Sanusi. Di tengah perjalanan, Anton dibekuk polisi. Saat ini polisi masih terus mendalami kasus ini.
Baca juga:
Pelaku pembunuhan di Depok dikenal pemilik Padepokan Satrio Aji
Cerita sadis sopir taksi online di Depok dibunuh orang padepokan
Anton racuni Shendy dan Sanusi dengan kopi sianida
Anton nekat racuni Shendy dan Sanusi diduga karena masalah ekonomi
Anton adopsi ide dari kasus kopi sianida Jessica