Pemilik tak tahu rumahnya jadi markas sindikat penipuan WN China
Pemilik rumah yang digerebek oleh Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri mendatangi lokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dirinya mengaku bernama Anton Sudarto.
Pemilik rumah yang digerebek oleh Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri mendatangi lokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dirinya mengaku bernama Anton Sudarto.
Pantauan merdeka.com, dirinya tiba sekitar 23.00 WIB. Saat tiba di lokasi, Anton bingung atas apa yang telah terjadi di rumahnya.
"Saya enggak tahu ada apa ini, saya tahunya lihat TV," ujarnya di lokasi, Sabtu (29/7) malam.
Dia mengaku kalau rumahnya di Jalan Sekolah Duta Raya No SG5 ini disewa oleh seseorang dari kawasan Pantai Indah Kapuk.
"Yang sewa ini tinggalnya di Pantai Indah Kapuk, alasannya sewa ini karena rumahnya lagi direnovasi, pasangan suami istri yang sewa ini, anaknya tiga," katanya.
"Seharusnya bulan ini habis. Sudah diperpanjang, setahun sekali kalau sewanya, kalau itunya (harga sewanya) saya sudah kasih tahu polisi, jadi tanya polisi ya," jelasnya.
Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, harga sewa rumah yang dijadikan sarang kejahatan itu mencapai puluhan juta rupiah.
"Dua tahun sewanya Rp 40 juta," katanya.
Baca juga:
Sindikat penipuan WN China & Taiwan raup Rp 20 triliun per tahun
Puluhan WN China jadi pelaku kejahatan di RI, ini kata Wapres JK
91 WN asing penipu online di Surabaya diterbangkan ke Jakarta
Polisi sebut dari 91 penipu online 57 WN Taiwan,33 China, 1 Malaysia
Siapa yang fasilitasi puluhan WN China untuk menipu di Indonesia?
Kasus penipuan, 93 WN China diamankan saat penggerebekan di Surabaya