Pemilik janji tidak komersilkan air merah di Lenteng Agung
"Tidak ada niatan untuk ekspor air secara terbuka. Hanya masyarakat yang datang dari mulut ke mulut."
Puluhan warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, siang ini masih antre untuk mendapatkan air sumur yang tiba-tiba berubah warna menjadi merah delima tersebut. Namun, si pemilik sumur tersebut berjanji tidak akan mengkomersilkan air unik tersebut.
"Tidak ada niatan untuk ekspor air secara terbuka. Hanya masyarakat yang datang dari mulut ke mulut," kata si pemilik sumur, Sugiyanto (71) di lokasi, Senin (2/9).
Sugianto mengatakan, air yang tiba-tiba berubah warna tersebut adalah karunia Tuhan,s ehingga dia tidak bermaksud untuk memperjualbelikan. " Ini adalah karunia Tuhan," imbuhnya.
Dia menambahkan, jika ada pihak-pihak tertentu yang hendak mengkomersilkan, dia tidak segan-segan untuk menindak.
"Saya pun tidak akan menjadikan ini sebagai usaha. Apabila ada orang yang berani mengambil keuntungan dari air tersebut, saya akan menindaknya," imbuhnya.
Sementara itu, petugas dari Puskesmmas Lenteng Agung juga tampak mengambil sampel air merah tersebut untuk diteliti lebih lanjut.
"Kami baru tahu jam 12 tadi siang. Lalu kami akan menindaklanjuti dan meneliti terkait air tersebut. Kepastuian air tersebut memiliki kandungan yang bisa mengobati masyarakat, harus diteliti lebih lanjut," kata wanita bernama Ayu tersebut.(mdk/war)