Pemerintah usulkan 2 tempat ini jadi kuburan massal korban tsunami Palu
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan masih banyak korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tertimbun belum terevakuasi. Salah satu lokasi yang sulit dievakuasi adalah di Perumnas Balaroa.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan masih banyak korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tertimbun belum terevakuasi. Salah satu lokasi yang sulit dievakuasi adalah di Perumnas Balaroa.
Menurut dia, alat berat untuk evakuasi korban masih belum dapat dioperasikan di wilayah tersebut. Pasalnya, kondisi tanah di sana berpotensi amblas ketika diberi beban berlebih.
"Di Balaroa di kompleks perumnas itu ambles. Itu memang timbul masalah. Alat berat bisa tenggelam karena masih lunak tanahnya," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Jumat (5/10).
Selain itu, lokasi lain yang juga sulit untuk melakukan evakuasi adalah Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Wiranto mengatakan Petobo merupakan wilayah yang hancur karena fenomena likuifaksi.
Karena kondisi ini, pemerintah mengusulkan agar kawasan tersebut menjadi monumen kuburan massal. Dia pun sudah berkoordinasi dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat di sana terkait penghentian pencarian jenazah.
"Kami juga harus memutuskan kapan pencarian jenazah akan dihentikan. Lalu diputuskan kapan daerah itu dijadikan makam massal," ujarnya.
Reporter: Lizsa
Baca juga:
Prajurit Marinir bersenjata jaga Kota Palu pascagempa dan tsunami
Wiranto: 1.648 Korban tewas gempa dan tsunami Sulteng sudah dimakamkan
Usai diguncang gempa, Palu Grand Mal bakal segera dibuka pemiliknya
Orang kaya Hong Kong sumbang Rp 70 miliar untuk korban bencana Palu dan Donggala
Menyedihkan, begini potret mobil korban gempa Palu yang dijarah
Suasana haru Salat Jumat pertama pascagempa di Sulteng, terdengar isak tangis jemaah