LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah Sebut Infeksi Omicron Ancam Sistem Perawatan RS Meski Kematian Rendah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tingkat kematian akibat terinfeksi Covid-19 varian Omicron masih tergolong rendah. Namun menurut Luhut, kecepatan infeksi Omicron perlu diwaspadai.

2022-01-24 12:18:14
varian omicron
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tingkat kematian akibat terinfeksi Covid-19 varian Omicron masih tergolong rendah. Namun menurut Luhut, kecepatan infeksi Omicron perlu diwaspadai.

"Data dari berbagai negara kali ini menunjukkan tingkat kematian (dari varian Omicron) rendah, namun kecepatan varian untuk menginfeksi lah yang menyebabkan kasus harian meningkat tajam," kata Luhut dalam konferensi pers Evaluasi PPKM, Senin (24/1).

Luhut mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai varian Omicron lantaran tingkat terinfeksinya cepat meski dampaknya rendah. Luhut mengatakan, kasus Covid-19 yang meningkat akibat varian Omicron bisa mengamcam sistem perawatan rumah sakit.

Advertisement

"Dan berpotensi untuk meningkatkan jumlah perawatan di rumah sakit dalam waktu dekat sehingga mengancam sistem perawatan rumah sakit," ujar dia.

Disiplin Prokes Lawan Omicron

Luhut menegaskan kunci dari perlawanan terhadap varian Omicron ini adalah adanya kedisiplinan dari masyarakat. Menjaga penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hingga mengihindari kerumunan kunci melawan Omicron.

Advertisement

"Kuncinya di sini semua teman-teman sekalian adalah disiplin kita. Tanpa disiplin kita akan jadi korban dari ketidakdisiplinan kita," ujar dia.

Luhut meminta masyarakat meningkatkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Melalui aplikasi ini diharapkan mampu mendorong kedisiplinan di tempat-tempat publik, bahkan mampu mendorong tingkat vaksinasi.

"Kami juga mendapat dari sebagian jawaban kenapa kita relatif tidak naik kencang, karena saya kira karena PeduliLindungi. Oleh karena itu PeduliLindungi itu harus digunakan dan vaksinasi harus digunakan," kata Luhut.

Reporter: Arief Rahman/Liputan6.com

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.