LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah Gelar Rapid Test Covid-19, Ini Tahapannya

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menekankan bahwa pemeriksaan tersebut lebih mengarah ke pengecekan keberadaan antibodi tubuh terhadap paparan Covid-19.

2020-03-24 16:21:25
Virus Corona
Advertisement

Pemerintah saat ini tengah menggelar rapid test atau tes cepat Covid-19 di beberapa daerah. Rapid test dilakukan sebagai deteksi dini seseorang terjangkit atau tidaknya virus corona sehingga bisa memutus mata rantai penularan.

Lalu, bagaimanakah tahapan rapid test tersebut. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menekankan bahwa pemeriksaan tersebut lebih mengarah ke pengecekan keberadaan antibodi tubuh terhadap paparan Covid-19.

"Jadi bukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya. Kalau langsung itu berbasis antigen, yang kita lakukan swab. Usapan rongga belakang hidung dan dinding belakang rongga mulut. Kalau ditemukan positif, maka diyakini penderita itu ada virusnya," tutur Yurianto di Kantor Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (24/3).

Advertisement

Menurut Yurianto, rapid test mengambil sampel darah seseorang untuk diperiksa ada tidaknya antibodi yang terbentuk secara alamiah saat Covid-19 menyerang. Sebab itu, bila hasil pemeriksaan awal negatif Covid-19 maka diperlukan pemeriksaan kedua pada 7 hari setelahnya.

"Karena bisa saja terinfeksi, namun antibodinya belum terbentuk," jelas dia.

Usai tujuh hari berlalu, lanjut Yurianto, orang tersebut harus menjalani pemeriksaan antibodi sekali lagi. Bahkan bila lagi-lagi hasilnya negatif, pasien tersebut tetap harus menerapkan isolasi diri selama 14 hari kedepan atau bahkan hingga situasi kondusif.

Advertisement

"Kalau hasilnya positif maka kita bisa yakini bahwa terinfeksi. Tetapi kalau dua kali negatif, bisa diyakini negatif, tetapi bisa juga diyakini tidak ada antibodi di dalamnya. Sehingga bisa saja terinfeksi kalau mengabaikan jaga jarak dan seterusnya," kata Yurianto.

Reporter: Nanda Perdana
Sumber : Liputan6.com

Baca juga:
Mendikbud Minta Anak Muda Jaga Jarak dengan Lansia, Cegah Penularan Covid-19
Perbesar Belanja Kesehatan Bisa Selamatkan Ekonomi di Tengah Pandemi Virus Corona
Social Distancing Masih Gagal, Sederet Saran Buat Pemerintah
Rakernas Ditunda Karena Corona, Zulkifli Hasan akan Umumkan Pengurus PAN Besok
Cegah Penularan Covid-19, Pura Aditya Jaya Batasi Persembahyangan
Kasus Positif Corona di Indonesia Melonjak Jadi 686 Orang

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.