LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah diminta tambah tenaga ahli identifikasi korban Mina

Tim pengawas haji DPR menilai tenaga ahli identifikasi jemaah haji di Makkah sangat minim.

2015-09-29 12:21:45
Tragedi Mina
Advertisement

Wakil Ketua Tim Pengawas Penyelenggara Ibadah Haji DPR Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah segera mengirimkan tenaga yang ahli mengidentifikasi para jemaah haji Indonesia korban tragedi di Mina, Arab Saudi.

Menurutnya, tim pengawas haji DPR menilai tenaga ahli Indonesia di bidang identifikasi korban di Arab Saudi dinilai sangat minim. Sedangkan, jumlah jemaah haji yang menjadi korban dari seluruh dunia mencapai 1107 orang.

"Pengiriman tenaga ahli itu menjadi penting seiring dengan nota diplomatik yang dikirimkan pemerintah. Untuk apa kita mengirim nota diplomatik untuk membuka akses dalam identifikasi kalau tenaga ahli yang bisa melakukan tugas itu kurang?" katanya ketika dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Selasa (29/9).

Saat ini, Saleh menuturkan petugas di Arab yang melakukan identifikasi korban sebagian besar diurus oleh aparat TNI dan petugas keamanan yang jumlahnya terbatas. Maka, kata dia, diperlukan tenaga ahli tambahan untuk mempercepat proses identifikasi korban Mina.

Dalam kondisi sekarang, kata dia, kemungkinan besar petugas di sana
sudah terlalu lelah karena bertugas siang dan malam. Selain itu, penambahan tenaga ahli juga menjadi penting seiring dengan pernyataan menteri Agama bahwa masih ada 5 kontainer lagi jemaah yang belum diidentifikasi.

Padahal, waktu terus berjalan dan dikhawatirkan jenazah korban Mina akan sulit diidentifikasi bila terlalu lama melakukan tindakan.

"Walaupun disimpan di lemari es, tetap akan ada perubahan dalam jasadnya. Hanya tenaga yang betul-betul ahli yang bisa mengerjakan tugas berat seperti itu. Apalagi, petugas-petugas yang melakukan identifikasi saat ini masih memiliki tugas rutin lain dalam melayani jemaah," terangnya

"Faktanya, gelombang kedua jemaah haji reguler Indonesia baru akan bertolak ke Madinah pada tanggal 3 Oktober yang akan datang. Tentu persiapan terhadap mobilisasi jemaah menuju Madinah perlu dimatangkan. Dengan demikian, proses identifikasi korban tidak mengganggu tugas lain yang juga harus dikerjakan," pungkasnya.

Baca juga:
7 Jemaah haji asal Solo belum ditemukan, kedatangan kloter 1 mundur
Suasana haru iringi kedatangan 382 jemaah haji kloter 1 di Medan
Korban insiden Mina: Misteri ponsel Otong yang tak kunjung dijawab
Ini pesan terakhir Eti, korban tragedi Mina pada anaknya
Junaidi korban Mina asal Batu teridentifikasi, 2 lain masih hilang

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.