LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah Berencana Booster Vaksin Covid-19 Masyarakat Umum Dibuka Awal Tahun Depan

Pemerintah akan menanggung biaya bagi peserta BPJS. Namun, terbuka juga beli langsung sendiri dengan harga tidak terlalu mahal.

2021-08-25 17:06:58
Vaksin
Advertisement

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap, pemerintah berniat membuka opsi booster vaksin Covid-19 untuk masyarakat umum. Rencananya akan dimulai awal tahun depan ketika suntikan pertama dan kedua sudah mencapai target.

"Rencananya kapan pemerintah akan melakukan suntik ketiga, kalau kita semakin cepat kita harapkan mungkin di Januari. Sudah bisa selesai semua di awal tahun depan kita sudah mulai melakukan suntik ketiga," ujar Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8).

Presiden Joko Widodo, kata Budi, sudah memberikan lampu hijau. Pemerintah akan menanggung biaya bagi peserta BPJS. Namun, terbuka juga beli langsung sendiri dengan harga tidak terlalu mahal.

Advertisement

"Diskusi juga dengan bapak presiden sudah diputuskan oleh beliau bahwa yang ke depan yang akan dibayar negara kemungkinan besar hanya PBI saja sedangkan yang lainnya kalau toh biayanya juga tidak terlalu mahal akan dimasukan ke skema yang umum. Bisa beli langsung dari diri sendiri atau juga bisa melalui mekanisme BPJS," ujar Budi.

Hitungan Kementerian Kesehatan harga sekali suntikan itu 7-8 dollar AS atau sekitar Rp100.000-Rp150.000. Pemerintah juga akan membuka bermacam jenis vaksin supaya masyarakat bisa memilih.

"Kita akan juga buka secara terbuka vaksin-vaksin yang masuk sehingga rakyat yang ingin mendapatkan booster bisa memilih, yang memiliki uang mau menyuntik 100 ribu atau 150 ribu bisa memilih. Sedangkan yang memang PBI kita bisa lakukan subsidinya lewat BPJS," terang Budi.

Advertisement

Baca juga:
Pemerintah Jamin Transparansi Pengelolaan Vaksin Covid-19
Cakupan Kurang dari 25 Persen, Dinkes Samarinda Kejar Vaksinasi di 26 Puskesmas
Cegah Kerumunan Terulang, Penyelenggara Vaksinasi Bisa Gunakan Sistem Online
Survei Indikator: 56,9 Persen Masyarakat Tidak Bersedia Divaksinasi
Nadiem Klaim Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik Hampir Capai 50 Persen
Dokter di Bulukumba Meninggal Usai Divaksin, Dinkes Sebut Ada Riwayat Hipertensi

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.