LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah Batasi Pergerakan saat Nataru, Bali Tetap Harapkan Wisatawan Domestik

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun memprediksi kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Bali pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 akan mendekati angka 384.841 seperti tahun 2020.

2021-11-09 01:00:00
Pariwisata Bali
Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun memprediksi kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Bali pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 akan mendekati angka 384.841 seperti tahun 2020.

Ia mengatakan, kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Dewata sebesar 384.841 orang pada 2020. Target tahun ini tidak akan jauh dari pencapaian itu. Angka tersebut harapannya tingkat keterisian hotel di Bali minimal mencapai 30 persen.

"Kalau kita dalam keadaan normal biasanya Nataru ini merupakan high season. Nah, sekarang karena situasi memang tidak biasa, tidak normal, tentu kita dari pemerintah maupun teman-teman industri berharap Nataru itu ada prediksi lebih bagus daripada tahun lalu," kata Pemayun di Kantor Dinas Pariwisata Bali, Senin (8/11).

Advertisement

Dia memaklumi imbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang membatasi pergerakan masyarakat, terutama ASN, menjelang Nataru 2022. "Memang di satu sisi Kemendagri, selaku pembina kami ASN di seluruh Indonesia dan di Bali ingin menjaga. Karena pandemi bagaimanapun juga dari sisi pemerintah sebagai contoh dulu di masyarakat," imbuhnya.

Namun, Bali sebagai destinasi wisata tetap berharap dan optimistis wisatawan domestik banyak datang ke Pulau Dewata. Salah satu alasannya tingkat vaksinasi dosis lengkap di Bali sudah melampaui target. "Saya tetap saja optimis walaupun pegawai negeri ada pembatasan dari Kemendagri. Saya tetap optimis, Bali itu brandnya kuat untuk menarik wisatawan datang ke Bali. Karena apa? Pertama kekuatan Bali di samping brain, sekarang ini dalam pandemi vaksin 1 dan 2 sudah melampaui target yang sudah ditentukan," katanya.

"Kedua, kita sudah memiliki SOP terkait dengan penanganan wisatawan. Ada hotel karantina untuk wisatawan asing dan lain sebagainya. Dan sekarang, PCR menjadi antigen itu sudah kekuatan kita dengan daerah lain. Yang jelas vaksin sangat besar pengaruhnya dan Covid-19 (di Bali)," ungkapnya.

Advertisement

Kendati begitu, pihaknya juga meminta pelaku industri pariwisata dan masyarakat di Bali, tidak lalai dan bereuforia terkait kondisi, karena yang perlu diwaspadai adalah varian baru.

"Mudah-mudahan saya berharap masyarakat juga teman-teman industri jangan lalai dan euforia dalam keadaan begini. Saya takut ini berkembang dengan adanya varian-varian (baru), tapi secara umum Bali siap menerima wisatawan," ujarnya.

"Artinya, tetap kami di Bali welcome membuka diri. Silakan wisatawan (datang ke Bali) karena sesuai dengan regulasi aturan bahwa Bali siap untuk menerima wisatawan baik itu asing maupun domestik," ujarnya.

Namun, pihaknya tidak memungkiri adanya imbauan Mendagri akan berdampak penurunan wisatawan domestik ke Bali. Tetapi, menurutnya, wisatawan yang datang ke Pulau Dewata bukan dari hanya dari kalangan ASN, tapi dari berbagai elemen.

"Saya pikir semua ada dampak tapi tidak terlalu signifikan. Karena kalau kita lihat dari kedatangan wisatawan domestik dalam keadaan normal juga kan memang bukan berarti dari pegawai negeri juga. Tetapi, semua di luar itu kan banyak, pengusaha dan lain sebagainya datang ke Bali. Mereka sudah rindu dengan Bali," ujar Pemayun.

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.