LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah batasi bantuan negara asing untuk penanganan bencana di Sulteng

Wiranto kembali menegaskan, penjarahan di sejumlah toko di Palu, memang terjadi. "Iya kita akui. Tapi bukan penjarahan massal. Di sana masih ada peran aparat keamanan kepolisian dan TNI. Kapolri, akan kirimkan tambahan pasukan," tegasnya.

2018-10-03 09:31:00
Gempa Palu
Advertisement

18 Negara asing menyatakan kesediaannya membantu Indonesia, pascagempa dan tsunami di Palu dan Donggala, di Sulteng. Namun demikian, pemerintah membatasi ragam bantuan yang akan diberikan belasan negara sahabat itu.

"Negara sahabat bersedia memberikan sumbangan, ada 18 negara sahabat. Kemarin sore, kita laksanakan rapat dengan para Dubes. Ada yang sudah langsung menjawab akan membantu ini dan ini," kata Menko Polhukam Wiranto, kepada wartawan di Hotel Platinum Balikpapan, usai rapat koordinasi penanganan bencana Sulteng, Selasa (2/10) malam.

Namun demikian menurut Wiranto, pemerintah membatasi bantuan yang diperlukan dari 18 negara itu. "Tapi kami berikan patokan, yang kita butuhkan utama angkutan udara, tenda, water treatment penjernihan air bagi masyarakat, genset," ujar Wiranto.

Advertisement

"Untuk bantuan medik, tidak diperlukan. Kita bisa tangani sendiri. Juga ada lagi fogging menetralkan bakteri. Karena (jenazah) membusuk bisa timbulkan penyakit. Kita juga butuh bantuan (fogging) itu," tambahnya.

Bantuan-bantuan itu sendiri, sudah mulai berdatangan. "Di antaranya, sudah masuk permintaan kita. Angkutan udara. Pertama Singapura, malam ini sudah sampai. Kemudian Malaysia. Korea Selatan, pesawat terbang," sebut Wiranto.

"Masih ada lagi, Amerika Serikat, akan bantu. Tapi belum pasti berapa jumlahnya. Water treatment dari Jepang, Ceko. Tidak hanya dari negara-negara asia, tapi dari Arab saudi juga," jelasnya.

Advertisement

Wiranto kembali menegaskan, penjarahan di sejumlah toko di Palu, memang terjadi. "Iya kita akui. Tapi bukan penjarahan massal. Di sana masih ada peran aparat keamanan kepolisian dan TNI. Kapolri, akan kirimkan tambahan pasukan," tegasnya.

"Tapi yang terpenting adalah kalau makan dan minuman tercukupi, BBM terpenuhi, otomatis tidak ada penjarahan," demikian Wiranto.

Baca juga:
PMI evakuasi 21 jenazah di Palu Selatan dan Pantai Barat Donggala
Kisah relawan IZI Palu selamat usai berlindung di masjid saat hendak salat
Pagi ini, gempa 4,7 SR guncang wilayah Tenggara Kota Palu
Potret kondisi Palu dimata korban gempa: Sekarang siapa kuat dia menang
Pantau pemulihan pascabencana, Jokowi kembali terbang ke Palu
Empat hari operasi SAR, Basarnas evakuasi 415 korban gempa Sulteng

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.