LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah ambil alih FIR, Moeldoko bilang siapkan radar & SDM dulu

"Jangan nanti FIR beralih kepada kita (pemerintah) tapi kita (pemerintah) nggak siap," kata Moeldoko

2015-09-08 21:35:00
Kedaulatan Udara
Advertisement

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan, jika pemerintah mengambil alih Flight Information Region (FIR) dari Singapura harus menyiapkan sarana dan prasarana terlebih dulu. Sarana dan prasarana itu di antaranya radar, serta Sumber Daya Manusia yang mampu mengelola lalu lintas udara.

"Kita ada review kembali pada tahun 2024 mendatang kalau nggak salah. Untuk itu kita dari sekarang harus menyiapkan dengan baik kesana. Jangan nanti FIR beralih kepada kita (pemerintah) tapi kita (pemerintah) nggak siap," kata Moeldoko di Markplus Gedung 88 Casablanca, Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut Moeldoko, perjanjian FIR atas Singapura akan berakhir pada tahun 2024. Oleh sebab itu, pemerintah harus merebutnya kembali dengan menyiapkan segala sarana dan prasarana.

"Itu perlu di mobilisiasi agar kita waspada, menata infrastruktur dan SDM, jangan ambil alih kita nggak siap," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas untuk membahas Pengelolaan Flight Information Region (FIR). FIR adalah wilayah ruang udara tertentu yang menyediakan layanan informasi penerbangan dan layanan peringatan.

"Pada hari ini kami ratas dengan materi bahasan FIR, yaitu ruang udara yang digunakan untuk lalu lintas yang nanti secara detil dijelaskan Menhub dan Panglima TNI," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana, Jakarta, Selasa (8/9).

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, Presiden Jokowi meminta agar pengelolaan lalu lintas udara dikelola sendiri oleh Indonesia. Sebab selama ini pesawat komersil yang terbang di wilayah Sumatera seperti Kepri, Natuna dan Kalimantan terlebih dahulu harus izin Singapura dan Malaysia.

"Arahan Presiden bahwa kita dalam 3-4 tahun ini mempersiapkan peralatan-peralatan dan personel yang lebih baik sehingga ruang udara kita dapat dikelola sendiri oleh Indonesia. Selama ini itu ditugaskan Singapura untuk mengelolanya. Kita juga akan berbicara dengan Malaysia-Singapura," jelas Jonan.

"Kalau sudah siap akan ada pengalihan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Karena FIR ini pakai penerbangan sipil itu masalah keselamatan paling utama," imbuhnya.

Baca juga:
70 Tahun merdeka, Indonesia belum punya kekuatan buat diakui dunia
4 Kasus pelanggaran wilayah RI paling parah oleh Malaysia
Cuma lulusan SMP, Susi bangga sukses hitung kerugian laut Indonesia
Buntut kapal perang Malaysia masuk Ambalat, TNI bentuk tim siber
Amankan batas RI, prajurit TNI dibekali senjata sniper
Modus Malaysia untuk caplok wilayah Indonesia
Patroli TNI-Tentara Malaysia temukan patok batas yang hilang

Advertisement
(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.