Pemerintah akan bangun monumen di wilayah yang hilang di Sulteng
Tercatat, ada sekitar 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo ditelan lumpur. Diduga, ada ratusan korban jiwa yang terkubur di dalamnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tak akan menjadikan kuburan massal wilayah yang mengalami fenomena likuifaksi pasca tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Kalau nanti jadi kuburan massal? Tidak," ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (8/10).
Diketahui, pascagempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, ada beberapa daerah yang mengalami fenomena hilangnya kekuatan tanah dan berubah menjadi lumpur alias likuifaksi. Yakni daerah Petobo dan Balaroa.
Tercatat, ada sekitar 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo ditelan lumpur. Diduga, ada ratusan korban jiwa yang terkubur di dalamnya.
Willem mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Daerah setempat akan dijadikan apa wilayah yang terkena fenomena likuifaksi.
"Nanti Pemda akan berembuk dengan warga, tapi saya mendengar akan dijadikan monumen," tutup Willem.
Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
BUMN kirim eksavator Pindad bantu pencarian korban gempa Palu
Pertamina sebar operasi pasar LPG di 23 titik di Palu-Sigi-Donggala
BNPB: Korban tewas akibat gempa & tsunami Palu Donggala 1.948 orang
20 SPBU Pertamina telah beroperasi di Palu
PDIP berikan bantuan tahap kedua untuk korban gempa Palu
Soal bencana gempa & tsunami, Megawati harap sistem peringatan dini beroperasi