LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah akan Bangun Laboratorium Tes Doping Atlet di Solo

Selain memiliki sejarah sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) I, Kota Solo juga memiliki Rumah Sakit Ortopedi dibawah Kemenkes.

2020-12-19 04:04:00
Menpora
Advertisement

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan membangun laboratorium antidoping terstandardisasi World Anti-Doping Agency (WADA). Menurut rencana pembangunan laboratorium tersebut akan menempati lahan di kompleks Rumah Sakit Ortopedi Prof DR R Soeharso Solo.

Menpora Zainudin Amali mengatakan, pemilihan Kota Solo untuk membangun laboratorium anti doping tersebut merupakan usulan dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Selain memiliki sejarah sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) I, Kota Solo juga memiliki Rumah Sakit Ortopedi di bawah Kemenkes.

Advertisement

"Apa yang akan kita lakukan ini adalah sejarah baru bagi bangsa ini. Kita akan segera mempunyai laboratorium doping yang kita harapkan menjadi juga rujukan negara lain. Minimal Asia Pasifik. Daripada setiap ada kegiatan mengirim sampel ke luar negeri," ujar Menpora saat melakukan kunjungan ke RS Ortopedi Prof DR R Soeharso Solo, Jumat (18/12).

Menpora menyayangkan devisa Indonesia harus lari keluar negeri hanya untuk melakukan tes antidoping bagi para atlet jumlahnya sangat besar.

Untuk merealisasikan pembangunan laboratorium anti doping tersebut, Pihaknya sudah berkoordinasi dengan lembaga anti doping internasional WADA. Yakni terkait persyaratan teknis agar laboratorium yang dibangun nanti kualitasnya diakui secara internasional.

Advertisement

"Harapannya ke depan Laboratorium Antidoping Indonesia ini juga diakui internasional. Sehingga atlet luar negeri bisa memanfaatkan tes doping di Solo," katanya.

Zainudin berharap sertifikasi dari WADA bisa segera terealisasi agar laboratorium tersebut bisa segera dibangun. Untuk sumber daya manusia (SDM) yang akan terlibat dalam menangani tes doping, ia optimis di Indonesia sangat banyak.

Pada kesempatan sama, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Ditjen Yankes Kemenkes, Dr Rita Rogayah SPPK (k) MARS, menyampaikan pihaknya menyediakan lahan seluas 700 meter persegi untuk lokasi pembangunan laboratorium anti doping.

"Lokasinya sangat strategis, berada di bagian depan sehingga mudah dijangkau.Solo ini juga dekat dan memiliki bandara internasional yang besar yang mudah di akses juga," ucapnya.

Ritta menambahkan, rencana pembangunan laboratorium anti doping sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2019. Namun semua tertunda akibat adanya pandemi Covid-19. Ia berharap tahun depan bisa dimulai dengan mengurus persyaratan administrasi kepada WADA.

Baca juga:
Menpora Ingin Pelatih, Atlet dan Suporter Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid
Dinilai Penggerak Olahraga, Wagub Sumut Raih Golden Award SIWO PWI
Canda Menpora: Jika Sepak Bola Jawa Timur Tidak Maju, Salahkan Wakil Ketua PSSI
Piala Dunia U-20, Menpora Pesan Sumsel Harus Jamin Kenyamanan dan Keamanan
Menpora Pantau Proses Pembangunan Fasilitas Piala Dunia U-20 di Palembang
Jokowi Perintahkan Dibentuk Tim Komite Khusus untuk Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.