Pemeras dokter berkedok wartawan ternyata sopir angkot
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: "Profesi dia sebenarnya sopir angkot di daerah Bekasi," ujar Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu, AKP Anggara S.
Identitas pria yang memeras seorang dokter terbongkar. Setelah diselidiki Yunus Sidabutar ternyata seorang sopir angkot di Bekasi. Saat melancarkan niat jahatnya Yunus mengaku sebagai wartawan.
"Profesi dia sebenarnya sopir angkot di daerah Bekasi," ujar Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu, AKP Anggara S. Wiritanaya kepada wartawan, Jumat (4/5).
Anggara menjelaskan, Yunus sebenarnya hanya menduga DR. Evi rachmawati pergi dengan seorang laki-laki lalu disimpulkan sedang melakukan sesuatu. Kemudian tersangka membuntuti korban dan mengancam akan mempulikasikan kegiatan tersebut.
"Dia sebenarnya hanya menduga-duga karena melihat korban sama lelaki keluar dari tempat tertentu," jelasnya.
Pelaku sendiri berhasil dibekuk warga yang melihat kejadian tersebut. Barang bukti berupa foto seperti yang diancamnya ternyata tidak ada.
"Tidak ada barang bukti foto-foto seperti ancamannya, jadi memang hanya dugaan dia saja. Pelaku kemudian ditangkap warga ramai-ramai dan diamankan pihak kepolisian," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Yunus Sidabutar yang mengaku sebagai wartawan Surat Kabar Harian Indonesia Post memeras DR. Evi rachmawati di kediamannya pada Kamis (4/5) malam. Yunus mengancam Eva akan mempublikasikan segala kegiatannya. Ia juga mengatakan mempunyai barang bukti berupa foto-foto kegiatan yang dilakukan oleh korban.
Merasa mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan, Eva melapor ke Polsek Pasar Minggu. Kini Yunus harus mendekam ditahanan polsek untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Polisi juga mengamankan sebuah kartu pers dan KTP dengan alamat Margahayu Bekasi.(mdk/did)