LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemda DIY Mulai Latih Vaksinator Covid-19

Menurutnya, para vaksinator itu antara lain berasal dari unsur pegawai Dinas Kesehatan DIY serta dinas kesehatan di kabupaten/kota.

2020-12-03 05:31:00
vaksin covid-19
Advertisement

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menyiapkan tenaga vaksinator yang akan melaksanakan vaksinasi Covid-19. Ini termasuk menyosialisasikan program itu kepada masyarakat di Yogyakarta.

"Saat ini sedang dilatih vaksinator, orang yang akan melaksanakan penyuntikan vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, Rabu (2/12).

Menurutnya, para vaksinator itu antara lain berasal dari unsur pegawai Dinas Kesehatan DIY serta dinas kesehatan di kabupaten/kota.

Advertisement

"Mulai dari dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) mengirimkan vaksinatornya untuk dilatih," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Setelah para vaksinator mendapatkan pelatihan, Pembajun menerangkan, sosialisasi mengenai program vaksinasi Covid-19. Setelah itu, akan dilakukan secara bertahap berbagai informasi mengenai vaksin itu termasuk efek samping yang berpotensi ditimbulkan.

Selain vaksinator belum siap diterjunkan, menurut Pembajun, hingga kini sosialisasi vaksin itu belum dilakukan karena belum ada kepastian vaksin apa yang akan digunakan.

Advertisement

"Sampai sekarang kan belum (dipastikan). Kita baru disuruh menyiapkan data saja, walaupun informasi terbesar kita kemungkinan pakai Sinovac," ungkapnya.

Mengenai alokasi vaksin Covid-19 untuk DIY, Pembajun mengatakan, hingga kini belum dipastikan jumlahnya. Meski sebelumnya DIY diperkirakan mendapat alokasi 2,2 juta vaksin pada periode pertama, ia menyebut angka itu masih memungkinkan berubah mengingat kriteria khusus penerima vaksin harus bukan pemilik riwayat penyakit penyerta (komorbid) maupun penyakit infeksi.

"Mereka yang tidak punya komorbid, terus yang saat akan vaksinasi dilaksanakan, dia tidak punya penyakit infeksi. Kriteria ini minimal yang harus dipegang," tutupnya.

Baca juga:
70 Persen Warga Sumsel Bakal Divaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Inggris Negara Pertama yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer
Parlemen Jepang Sahkan UU Gratiskan Vaksin untuk Seluruh Warga
Luhut Optimis Ekonomi RI Tumbuh Positif di 2021
Garut Sudah Siapkan Tempat Penyimpanan Vaksin Covid-19

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.