LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pembubaran film Pulau Buru bukti ketakutan yang tak perlu

Bacalah buku-bukunya dulu sebelum memberikan penilaian. Tonton filmnya dulu sebelum memberikan tanggapan.

2016-05-28 10:24:30
Komunisme
Advertisement

Berbagai intimidasi, ancaman hingga berujung pembubaran pemutaran film "Pulau Buru Tanah Air Beta" di sejumlah tempat di Indonesia masih terus terjadi hingga saat ini.

Terbaru, ormas yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Cinta Pancasila (APCP) membubarkan pemutaran film tersebut yang diselenggarakan dalam rangkaian program Festival Film Purbalingga (FFP) di aula Hotel Kencana, Jumat (27/5).

Isu propaganda komunis yang dituduhkan kelompok tersebut menjadi dasar penolakan pemutaran film kisah ex-tapol yang bernostalgia mengunjungi Pulau Buru. Ironisnya, ormas yang melakukan aksi tersebut mengaku belum menonton film karya Rahung Nasution itu. Bahkan ketika diajak untuk menonton bersama pihak penyelenggara, mereka berkeras menolak.

Advertisement

Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ahmad Sabiq menilai persoalan ini terjadi karena tumbuhnya spectrophobia dalam masyarakat.

"Selama ini, mereka telah ditanamkan phobia yang bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa mengambil subyek komunisme, radikalisme agama, dan lain-lain. Intinya dengan kekhawatiran-kekhawatiran tersebut, masyarakat tetap dalam kendali penuh penguasa," kata dosen jurusan Ilmu Politik Unsoed ini.

Menurutnya, gejala ini bisa dipahami karena sejak zaman orde baru sudah ditanamkan seperti itu. Kekhawatiran yang dirasakan sebagian orang harusnya bisa dikikis dengan melakukan edukasi kepada masyarakat secara luas.

Advertisement

"Masyarakat perlu diedukasi untuk tidak mudah mengalami spectrophobia. Harus bisa menghadapi ketakutan-ketakutan yang sebetulnya tak perlu," jelasnya.

Sabiq menyarankan kepada para pihak yang phobia dengan potensi kemunculan paham berseberangan dengan Pancasila, untuk lebih membuka wawasan lebih luas.

"Bacalah buku-bukunya dulu sebelum memberikan penilaian. Tonton filmnya dulu lah sebelum memberikan tanggapan," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.