Pembongkaran di Rawajati, warga nyerah dan angkut barangnya sendiri
Pembongkaran di Rawajati juga sempat diwarnai aksi ricuh.
Warga Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, tepatnya di samping Apartemen Kalibata City, akhirnya menyerah setelah digeruduk ratusan Satpol PP. Mereka menuruti perintah dan mengeluarkan barang-barang miliknya.
Pantauan merdeka.com, Kamis (1/9), bentrok warga dan Satpol PP sudah mereda. Para warga kini tengah mengeluarkan pelbagai barang miliknya. Mereka juga dibantu para petugas Satpol PP dan kepolisian mengevakuasi barang-barangnya.
Imam, salah seorang warga Rawajati, mengaku bakal bertahan di lokasi meski telah digusur. Dia menolak direlokasi ke Rusun Marunda, Jakarta Utara. Selain jauh, mereka juga dipaksa membayar uang sewa bila tinggal di rusun.
Terkait pembongkaran kali ini, Imam mengaku memang telah ada pemberitahuan dari Pemprov DKI. Namun, pemberitahuan itu disampaikan tahun lalu.
"Sudah ada pemberitahuan tahun lalu. Sekarang enggak pindah karena kejauhan," kata Imam, Perwakilan Paguyuban RT 09/04.
Pembongkaran di Rawajati juga sempat diwarnai aksi ricuh. Dalam kericuhan, anggota DPRD DKI komisi A, Syarif, berada di tengah kerumunan. Politisi asal Partai Gerindra ini memihak pada warga dan meminta Satpol PP menghentikan pembongkaran.
Selain itu, aktivis Ratna Sarumpaet juga hadir di lokasi. Dia menolak adanya penggusuran dilakukan Pemprov DKI.
Baca juga:
Penggusuran puluhan rumah di Rawajati
Kesedihan Santi, rumahnya di Rawajati kini rata dengan tanah
Dua jam digusur, permukiman di Rawajati rata dengan tanah
Bentrokan sengit warga vs Satpol PP warnai penggusuran Rawajati
Ahok tertawa ada Ratna Sarumpaet & Syarif di penggusuran Rawajati