LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pembangunan infrastruktur landasan pengembangan properti di Botabek

Diketahui, pembangunan jalan tol di Jabodetabek diawali dengan pengembangan Tol Jagorawi pada tahun 1978.

2016-02-19 10:15:50
Properti
Advertisement

Coldwell Banker Commercial Indonesia menilai, perkembangan properti di Bogor, Tangerang, Bekasi (Botabek) khususnya sektor komersial dan highrise residential seperti sektor hotel, apartemen, ritel, dan perkantoran dipengaruhi oleh pengembangan infrastruktur yang diwakili oleh pengembangan jalan tol.

Diketahui, pembangunan jalan tol di Jabodetabek diawali dengan pengembangan Tol Jagorawi pada tahun 1978. Diikuti tol utama lainnya yakni, Jakarta, Tangerang hingga Merak serta Jakarta Cikampek. Setelah jalan tol dalam kota Jakarta mulai dioperasikan di tahun 1988, pengembangan dilanjutkan dengan pembangunan Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang memakan waktu cukup lama hingga selesai dibangun mulai dari Cilincing hingga Penjaringan.

"Seiring dengan pembangunan jalan tol, kemudahan pencapaian ke berbagai lokasi membuat pengembangan di area sepanjang jalur tol menjadi hal yang umum dilakukan. Pembangunan perumahan, industri hingga komersial berkembang di beberapa lokasi baik dalam skala besar maupun skala kecil," demikian siaran tertulis yang diterima merdeka.com, Jumat (19/2).

Advertisement

Dirinya menambahkan, pembangunan infrastruktur ikut mendongkrak pengembangan properti. Jabodetabek sendiri sebagai pusat pertumbuhan di Pulau Jawa tetap mendapatkan porsi pengembangan di sektor infrastruktur selain jalan tol.

Pembangunan yang dilakukan yakni meliputi transportasi massal untuk mengurangi tingkat kemacetan dengan pengembangan MRT untuk transportasi dalam kota Jakarta serta LRT sebagai pengembangan transportasi ke Bodetabek.

"Jalan tol yang selama ini sudah dibangun sebagai alternatif jalur transportasi bebas hambatan juga tetap direncanakan akan dikembangkan untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan serta menjadi alternatif jalur pencapaian ke pusat-pusat tersebut," terangnya.

Advertisement

Oleh karenanya, penting mengenai kebijakan pemerintahan Jokowi untuk meningkatkan pembangunan dan percepatan ekonomi salah satunya melalui pembangunan infrastruktur. Percepatan pembangunan infrastruktur tidak hanya terjadi di Pulau Jawa namun di seluruh Indonesia dan meliputi banyak sektor termasuk transportasi darat, juga laut dan udara dengan pembangunan pelabuhan dan lapangan udara.

"Pembangunan di sektor transportasi darat meliputi jalur jalan nasional, jalan tol, jalur Kereta Api, hingga transportasi massal di 6 kota metropolitan serta 17 kota besar. Berkaca dari perkembangan kawasan Botabek yang dihubungkan dengan perkembangan jalan tol, maka terlihat adanya korelasi positif antara keduanya. Namun secara khusus tidak semua properti komersial terpengaruh secara langsung dengan keberadaan jalur jalan tol," pungkasnya.

Baca juga:
Lima perusahaan di Karawang tolak lahannya digunakan kereta cepat
Jalur lingkar Jatigede belum bisa dilalui kendaraan
Akhirnya pemerintah bangun jembatan di Lebak permudah anak sekolah
Ahok didorong kaji ulang rencana ubah proyek 6 tol jadi jalan layang
Angka kecelakaan pekerja konstruksi capai 32 persen
Adhi Karya minta ikut garap pembangunan sarana prasarana LRT

(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.