LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pembangunan flyover Purwosari Solo minim pembebasan lahan

Pemerintah Kota (Solo) akan membangun jalan layang atau flyover di perlintasan sebidang dekat Stasiun Purwosari, Jalan Slamet Riyadi, Solo. Proyek yang didanai pemerintah pusat tersebut akan dimulai awal tahun depan atau setelah flyover Manahan beroperasi akhir tahun ini.

2018-10-16 11:41:26
Solo
Advertisement

Pemerintah Kota (Solo) akan membangun jalan layang atau flyover di perlintasan sebidang dekat Stasiun Purwosari, Jalan Slamet Riyadi, Solo. Proyek yang didanai pemerintah pusat tersebut akan dimulai awal tahun depan atau setelah flyover Manahan beroperasi akhir tahun ini.

Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jateng, Aris Rudianto mengatakan pelaksanaan pembangunan flyover Purwosari diupayakan tidak berdampak signifikan terhadap lahan-lahan privat di sekitar lokasi. Pihaknya akan memaksimalkan pemanfaatan seluruh badan jalan di lokasi flyover. Hal tersebut dimaksudkan agar potensi pembebasan lahan pribadi bisa minimalisir.

"Sesuai permintaan Pemkot Solo pembangunan flyover Purwosari harus zero pembebasan lahan. Jadi kami akan mengoptimalkan lahan-lahan yang masuk ke dalam ruang milik jalan," ujar Aris, Selasa (16/10).

Advertisement

Aris menjelaskan, sesuai desain awal yang disusun Satker P2JN, panjang konstruksi utama jalan layang Purwosari akan didirikan adalah 460,68 meter. Sedangkan panjang keseluruhan jalan layang 2,375 km, yakni dari sekitar Kleco hingga sisi barat persimpangan Purwosari.

"Persiapan lelang sudah kami lakukan, realisasi proyek ditargetkan mulai Januari 2019 hingga selama 12 bulan," jelasnya.

Lebih lanjut Aris menjelaskan, minimnya pembebasan lahan turut dipengaruhi oleh perubahan desain flyover dari tipe Y menjadi tipe I. Jika dibangun dengan tipe Y, proyek tersebut diprediksi banyak pembebasan lahan, terutama di Jalan Agus Salim dan sekitarnya.

Advertisement

Baca juga:
PUPR targetkan 13 ruas jalan tol beroperasi hingga Desember 2018
Lembaga keuangan dunia siap biayai proyek pembangunan PLTP RI
Soft launching, Skybridge Tanah Abang baru bisa digunakan PKL pada akhir Oktober
Besok diresmikan, pembangunan Skybridge Tanah Abang baru 75 persen
Belajar dari Bangkok atasi kemacetan, JK sebut bangun infrastruktur jangan bertahap
PINA Center Bappenas fasilitasi kerja sama pembangunan infrastruktur senilai Rp 47 T

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.