Pelecehan seksual pada anak akibat informasi yang tak terbatas
Rikwanto mengaku pihaknya telah berulang kali melayangkan surat permohonan penutupan situs ke Kemeninfo.
Kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur nampaknya sedang menjadi bahan perbincangan yang hangat di tengah masyarakat saat ini. Pasalnya, yang mencengangkan, mayoritas pelaku ialah orang terdekat korban mulai dari gurunya sendiri hingga ayah korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menilai kebanyakan pelaku terinspirasi dari situs-situs porno yang dewasa ini sudah sangat mudah diakses.
"Untuk faktor khususnya itu perlu pendalaman. Namun, rata-rata pelaku pencabulan terpengaruh oleh media informasi yang tidak ada batasnya. Itu salah satu pemicunya," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/3).
Terkait hal tersebut, Rikwanto mengaku pihaknya telah berulang kali melayangkan surat permohonan penutupan situs tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).
"Tiap ada kasus pencabulan yang terdeteksi dan pelakunya terinspirasi oleh situs-situs tersebut, kemudian langsung kita kirim surat ke Kemenkominfo. Tapi nanti muncul lagi situs-situs serupa atau nanti ada situs yang sudah diblok namun kemudian bisa diakses kembali," papar Rikwanto.
Faktor lainnya, lanjut Rikwanto, yang mengakibatkan kekerasan seksual dilakukan orang terdekat korban ialah melihat adanya penguasaan terhadap korban.
"Melihat anak didiknya atau anak kandungnya di dalam penguasaan pelaku maka pelaku merasa bisa melakukan apa saja dan merasa tidak akan ketahuan karena mengancam korban jika melaporkan hal tersebut," imbuh Rikwanto.(mdk/hhw)