Pelayanan e-KTP lamban, Mendagri akan pecat Kepala Dinas Dukcapil di daerah
Banyak warga yang telah melakukan perekaman data e-KTP di berbagai daerah namun tak juga kunjung mendapatkan cetakannya. Padahal sebanyak 7,8 juta keping blangko e-KTP telah dikirim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke seluruh daerah di Indonesia.
Banyak warga yang telah melakukan perekaman data e-KTP di berbagai daerah namun tak juga kunjung mendapatkan cetakannya. Padahal sebanyak 7,8 juta keping blangko e-KTP telah dikirim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke seluruh daerah di Indonesia.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga telah menginstruksikan ke semua daerah agar pelayanan e-KTP juga dibuka tiap Sabtu-Minggu. Bagi daerah yang tidak proaktif melayani warga untuk mendapatkan dokumen kependudukannya, Mendagri menegaskan akan memecat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di daerah bersangkutan.
"Kalau Dukcapil daerah tidak proaktif kita pecat, kita ganti," katanya ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/10).
Kendati blangko telah dikirim ke daerah tapi ada juga warga yang belum menerima fisik e-KTP. Persoalan ini kata Mendagri bisa dipicu berbagai hal seperti minimnya SDM.
"Kalau blangkonya ada. Jujur ada, semua sudah dikirim tapi kan SDM di bawah kadang repot juga ya," ujarnya.
Daerah yang masih banyak warganya belum merekam data e-KTP di antaranya Sumatera Utara, sejumlah daerah perbatasan seperti NTT dan Papua.
"Tapi Kaltara (Kalimantan Utara) sudah bagus. Kalimantan Barat lumayan. Tapi Jawa ini yang paling besar karena Jawa ini meliputi hampir 60 juta penduduk dan ini yang masih belum banyak mau merekam datanya," jelasnya.
Baca juga:
Kadis Dukcapil DKI sebut posko di TMII hanya untuk perekaman
Kemendagri kirim tim ke Saudi untuk pelayanan e-KTP bagi TKI
Kemendagri akan buka stan pencetakan e-KTP di tempat publik
Terpidana kasus e-KTP usai diperiksa KPK
Selesai jalani pemeriksaan, eks dirjen Dukcapil juga irit bicara