LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pelaku perampokan di Pondok Indah juga susun strategi di kontrakan

Dari rumah kontrakan tersebut polisi menemukan petunjuk terhadap 3 pelaku lainnya yang saat ini masuk dalam DPO

2016-09-04 23:42:33
Perampokan di Pondok Indah
Advertisement

Kasubdit Ditreskrimum PMJ, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, kelima pelaku perampokan rumah elit di Pondok Indah, Jakarta Selatan sempat melakukan pertemuan untuk menyusun strategi melancarkan aksi perampokannya. Pertemuan para pelaku awalnya dilakukan di sebuah rumah kontrakan di Tanggerang.

Menurut Hendy, pelaku merencanakan aksi perampokan tersebut jauh-jauh hari. Pemeriksaan yang dilakukan tim Jatanras Polda Metro Jaya pada Minggu (4/9) langsung menelusuri berbagai keterangan yang diungkapkan pelaku (AJ) kepada penyidik.

"Awalnya kita ke hotel tempat mereka kumpul selama satu jam tengah malam sebelum ke rumah korban. Hotelnya kelas melati di Ciputat. Dari situ kita ketahui pengelola hotel bilang 5 orang," kata Hendy saat ditemui di Polda Metro Jaya, Minggu (4/9) malam.

Setelah itu, tim Jatanras dan dua tersangka AJ dan S langsung menunjukkan rumah kontrakan tempat para pelaku merencanakan aksinya. Dari rumah kontrakan tersebut polisi menemukan petunjuk terhadap 3 pelaku lainnya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Geser kontrakan di daerah Tanggerang kami menemukan beberapa identitas pelaku lainnya. Kontrakan ini beda dengan rumah yang sebelumnya dilakukan penggeledahan," tutur Hendy.

Hendy menambahkan, dalang dari aksi perampokan adalah AJ. Selain sebagai dalang, AJ juga yang mengundang 4 pelaku lainnya yang berasal dari luar Jakarta untuk ikut membantu melaksanakan niat jahatnya tersebut.

"Aktornya AJ. Peran dia merekrut dan mengundang. Ada juga pelaku lain yang membantu mengantarkan pelaku lainnya ke kediaman korban," jelasnya.

Sementara itu, dari hasil analisisnya, pihak kepolisian menyatakan aksi tersebut masih murni perampokan. Terkait kabar yang berhembus tentang dugaan penagih utang, pihaknya masih belum menemukan petunjuk.

"Kami belum menemukan indikasi kasus utang-piutang, analisis sementara kami murni perampokan," ujar Hendy.

Tak hanya itu, Hendy juga membantah adanya informasi yang mengatakan saat penyekapan istri korban dan istri pelaku sempat saling berkomunikasi lewat telepon. "Kami belun dapat fakta itu," tutup Hendy.(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.