LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pelajar di Medan ketahuan bawa kertas kunci jawaban UN

Kunci jawaban tersebut disita dari siswa yang sedang menggarap soal UN.

2016-04-04 12:18:24
Ujian Nasional
Advertisement

Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara menemukan sejumlah pelanggaran pada hari pertama Ujian Nasional (UN) di Medan, Senin (4/3). Mereka bahkan menyita kertas yang diduga kunci jawaban dari seorang siswa.

"Di SMA Negeri 2, kita menemukan dugaan kunci jawaban. Ditemukan langsung dari siswa yang sedang mengikuti ujian. Kita ambil melalui pengawas ruangan," kata Abyadi Siregar, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Kertas yang diduga kunci jawaban itu ditemukan dari siswa yang sedang ujian di ruangan 17 SMA Negeri 2 Medan. Penemuan itu disaksikan pihak sekolah.

Namun tim Ombudsman belum bisa memastikan kertas berisi nomor dan huruf-huruf beserta beberapa pertanyaan itu sebagai kunci jawaban. "Belum bisa kita pastikan. Tapi kita menduga kuat ini kunci jawaban," jelas Abyadi.

Dia menambahkan, andaikan kertas yang disita itu merupakan kunci jawaban, maka pelanggaran itu diduga dilakukan secara sistematis. Sebab, tulisan di kertas itu diketik dengan rapi dan diperkecil. "Kalau ini benar, berarti ada keterlibatan orang dalam. Polanya tiap tahun sama," sambung Abyadi.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah pelanggaran lain di SMA Negeri 2 Medan. Ombusdman mendapati pengawas membawa alat komunikasi.

Di SMA Negeri 1 Medan yang sudah menggelar ujian berbasis komputer, juga ditemukan masalah. Meskipun tidak ada temuan dugaan lembar jawaban, namun Ombusdman menemukan pelanggaran lain. Mereka tidak mendapati denah peserta di pintu masuk, seperti yang seharusnya.

Selain itu, ada pelanggaran prosedur terjadi saat sejumlah pejabat masuk ke ruangan ujian. "Plt Gubernur bersama anggota DPR dan pejabat lain melakukan pelanggaran prosedur, karena tidak seorang pun diperkenankan masuk saat pelaksanaan UN," jelas Abyadi.

Ditemukan pula masalah koneksi saat ujian berlangsung di SMA Negeri 1 Medan. Komputer peserta di salah satu dari 5 ruangan sempat gagal terhubung dengan server. "Akibatnya UN di ruang 2 terlambat dimulai. Perbaikan baru selesai pada pukul 07.50 WIB. Jadi ada keterlambatan. Tapi kita melihat mereka sudah berusaha memperbaiki," jelas Abyadi.

Temuan pada hari pertama UN ini akan dikoordinasikan Ombusdman Perwakilan Sumut dengan Ombusdman pusat. Pelanggaran dan masalah yang terdata akan diteruskan untuk menjadi masukan ke kementerian terkait.

Ujian Nasional di Sumut diikuti 480 ribu lebih siswa SMA dan SMP sederajat. Khusus untuk SMA sederajat, ujian diikuti 102.039 siswa SMA mulai hari ini. Sementara 271.263 SMP sederajat dijadwalkan mengikuti UN pada 9-12 Mei mendatang.

Pada tahun ini, terdapat 99 sekolah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sumut. Jumlah itu terdiri dari 14 SMP, 24 SMA dan 61 SMK.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.