LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pekerjaanku ibadahku, kisah para penelaah keberatan Ditjen Pajak

Seberat apapun pekerjaan itu, anggaplah seperti ibadah. Selain berpahala, pekerjaan juga bisa selesai dengan baik.

2013-07-05 05:05:00
Ditjen Pajak
Advertisement

Seberat apapun pekerjaan itu, anggaplah seperti ibadah. Selain berpahala, pekerjaan juga bisa selesai dengan baik. Hal itulah yang tertanam di diri Gusti Irwan Setiawan, penelaah keberatan di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus. Resiko yang cukup tinggi, beban pekerjaan yang cukup banyak sudah menjadi tanggungjawab pekerjaan yang ia lakukan sehari-hari.

"Kita niatkan ibadah saja. Kalau niatnya ibadah pahala dapat, kerjaan selesai," ujar Gusti.

Setiap hari pasti ada saja berkas keberatan dari wajib pajak yang masuk ke meja penelaah keberatan. Tumpukan berkas pun mengelilingi meja para penelaah keberatan.

Kanwil DJP Jakarta Khusus saat ini memang masih 'menumpang' di gedung Ditjen Pajak, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Ruangan yang terbatas membuat berkas-berkas keberatan wajib pajak terpaksa tertumpuk di sekitar meja masing-masing penelaah keberatan.

Selain Gusti, penelaah keberatan lainnya Ulfami Aisyah dan Teddy Juanda juga bertutur hal yang sama. "Dukanya paling ini saja berkas ada dimana-dimana ya. Jadi kita ini duduk saja begini," ujar Ulfami dengan senyum.

"Ruangan yang sempit dengan jumlah berkas yang banyak, dengan jumlah berkas yang dari wajib pajak pun bertumpuk-tumpuk menurut saya kurang nyaman untuk dikerjakan. Harapan kita sih secara umum dari pimpinan bisa dipertimbangkan tentang ruangan," timpal Teddy.

Meski terbatas dalam segi ruangan, ketiganya tetap mendapat banyak pelajaran sebagai penelaah keberatan. Begitu banyak ilmu perpajakan yang didapat sebagai penelaah keberatan di Kanwil DJP Jakarta Khusus.

Terlebih lagi, kasus-kasus atau permasalahan wajib pajak di Kanwil DJP Jakarta Khusus ini lebih rumit dan kompleks sehingga menuntut ketiganya terus belajar dan mengasah kemampuan di bidang perpajakan yang akhirnya menambahkan pengalaman dan wawasan dalam upaya menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kita punya pengalaman lain yang tidak bisa kita dapatkan di kanwil lain tentang permasalahan perpajakan yang lebih kompleks, tentang menghadapi wajib pajak yang berbeda, yang di Kanwil lain itu mungkin tidak ada. Dan bisa memperkaya wawasan kita tentang dunia perpajakan yang ada di kita," ungkap Teddy.

Pekerjaan sebagai penelaah keberatan merupakan pekerjaan yang berat karena harus mengambil keputusan dari dua pendapat yang berbeda yakni wajib pajak dan pemeriksa pajak. Sengketa Pajak biasanya bermula dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa pajak sehingga terbit Surat Ketetapan Pajak. Bila wajib pajak tidak setuju maka dia bisa mengajukan keberatan. Integritas profesionalisme serta kapasitas diri harus selalu ditingkatkan karena memang itu adalah salah satu yang diperlukan dalam pekerjaan.

Dari sinilah kemampuan tiap penelaah keberatan diuji. Beruntung, Tim peneliti keberatan (terdiri dari Kepala Bidang, Kepala Seksi dan penelaah keberatan) cukup solid dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Dari atasan dan sesama rekan saling membantu. Bahkan ada forum karyawan untuk bisa sharing dalam memecahkan masalah.

"Kita (jaga) kebersamaan. Ada forum penelaah keberatan. Itu kita bisa sharing pekerjaan bisa juga mendiskusikannya," ungkap Ulfami.(mdk/cza)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.