LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pegawai Pemkab Garut Kedapatan Jual Narkoba, Ratusan ASN Dites Urine

Ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Garut, menjalani tes urine, Senin (10/10). Langkah itu dilakukan setelah seorang pegawainya ditangkap polisi karena kedapatan mengedarkan sabu-sabu menggunakan sepeda motor dinas.

2022-10-10 14:52:34
Kasus Narkoba
Advertisement

Ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Garut, menjalani tes urine, Senin (10/10). Langkah itu dilakukan setelah seorang pegawainya ditangkap polisi karena kedapatan mengedarkan sabu-sabu menggunakan sepeda motor dinas.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan bahwa ASN yang menjalani tes urine mencapai 380 orang. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud komitmennya untuk mendukung program para ASN zero dari narkoba.

"Ini adalah usaha usaha preventif yang dilakukan oleh Pemda Garut dan BNN (Badan Narkotika Nasional). Ini dilaksanakan secara tiba-tiba tidak ada yang tahu, yang tahu hanya saya, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda dan Kepala BNN," kata Rudy.

Advertisement

Pelaku Dikenal Baik

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan bahwa setelah penangkapan pegawai honorer Pemkab Garut, dirinya memang memerintahkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Garut untuk melakukan komunikasi dengan BNN Kabupaten Garut. Dia mengaku kaget karena pegawai honorer yang ditangkap karena mengedarkan narkoba dikenal sebagai sosok yang baik.

"Perilakunya tidak memperlihatkan yang aneh, perilakunya kalem, dan yang bersangkutan belum lama bekerja, karena pindahan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Garut," kata Nurdin.

Advertisement

Ia juga mengungkapkan bahwa kekagetan itu tidak hanya dirasakannya, namun juga oleh teman-teman sekantor pelaku. Oleh karena itu, ia meyakini bahwa para pegawai di lingkungan kantornya tidak menjadi sasaran penjualan narkotika pelaku yang diketahui berinisial AA itu.

Terkait penggunaan motor dinas oleh AA saat melakukan transaksi narkoba, hal itu dilakukan karena pelaku memiliki nilai kerja yang cukup baik. Ketika melaksanakan pekerjaannya, dia dipinjami sepeda motor pelat merah itu. "Cuma memang kita nggak tahu, perilakunya tidak memperlihatkan yang aneh, cenderung baik, sehingga kita kaget," katanya.

Sudah Jadi Tersangka

Sebelumnya, AA (39) seorang pegawai honorer Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditangkap polisi karena kedapatan menjual sabu-sabu. Untuk mengelabui petugas, dia menjual narkotika menggunakan motor dinas pelat merah.

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan bahwa AA sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari tangan AA, kami mengamankan barang bukti sabu seberat 3,53 gram," kata Wirdhanto, Senin (3/10).

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.