Pegawai BPBD dan Tukang Parkir Dibacok Rombongan Konvoi Persib Juara
Korban Ahmad dipukuli secara brutal. Seorang saksi sempat mencoba melerai dan memberikan perlawanan.
Dua warga Garut menjadi korban pengeroyokan brutal saat iring-iringan konvoi Persib Juara berlangsung di wilayah Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (24/5) malam.
Kedua korban adalah Ifan Firmansyah (33), pegawai harian lepas (PHL) BPBD Garut, dan Ahmad Salakhudin Zaman (25), tukang parkir. Keduanya mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Kapolsek Tarogong Kidul AKP Agus Kustanto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden terjadi sekitar pukul 20.45 WIB di Jalan Merdeka, Desa Jayaraga, Tarogong Kidul.
“Awalnya korban Ahmad sedang berdiri di sekitar lokasi. Lalu tiba-tiba datang sejumlah terduga pelaku yang berjumlah lebih dari 10 orang dan beberapa di antaranya langsung melakukan penyerangan,” kata Agus, Minggu (25/5).
Korban Ahmad dipukuli secara brutal. Seorang saksi sempat mencoba melerai dan memberikan perlawanan. Tak lama kemudian, Ifan datang ke lokasi dan ikut mencoba menghentikan keributan.
“Saat sedang mencoba melerai, salah satu terduga pelaku ternyata membawa senjata tajam dan kemudian melakukan pembacokan ke arah korban Ifan dan juga Ahmad,” jelasnya.
Korban Alami Luka Serius
Akibat pembacokan tersebut Ahmad mengalami luka robek di wajah bagian kanan dan harus mendapatkan 30 jahitan. Sementara Ifan mengalami luka robek cukup dalam dari leher sampai dada, dan langsung dilarikan ke rumah sakit swasta di Tarogong Kidul untuk menjalani operasi darurat.
Agus menyatakan, pihak kepolisian belum mengetahui motif pasti dari aksi kekerasan tersebut. Namun, para pelaku langsung melarikan diri setelah kejadian.
“Mereka saat ini sedang dalam pengejaran kami, dibantu tim Sancang dari Satreskrim Polres Garut,” ujarnya.
Rekaman video detik-detik pengeroyokan beredar di media sosial. Dalam video berdurasi 28 detik, terlihat sejumlah orang memukuli korban secara membabi buta, bahkan menggunakan traffic cone. Perekam menyebut pelaku membawa pisau.
Video lain menunjukkan mobil ambulans datang mengevakuasi kedua korban yang bersimbah darah.
Viking Garut Tegaskan Pelaku Pengeroyokan Bukan Bobotoh
Ketua Viking Distrik Garut (Vidigar), Sukma Ramadhan menegaskan, pelaku pengeroyokan terhadap dua warga Garut saat konvoi kemenangan Persib Bandung bukan berasal dari komunitas bobotoh, apalagi dari Viking Garut.
Sukma memastikan, konvoi tersebut bukan bagian dari agenda resmi Viking Garut, dan pihaknya sejak awal telah mengimbau seluruh bobotoh untuk menjaga ketertiban.
“Jauh-jauh hari saya bersama pengurus Viking Garut mengimbau kepada seluruh Bobotoh yang mau nonton laga terakhir untuk tetap menjaga kondusifitas dan keamanan. Kami dari Viking Garut tidak ada agenda mengadakan konvoi seperti acara sebelumnya,” ujar Sukma kepada wartawan, Minggu (25/5).
Sukma menjelaskan, pada hari pertandingan terakhir Persib Bandung vs Persis Solo, sebagian besar bobotoh Vidigar menonton langsung ke Stadion GBLA, sementara sisanya mengikuti nonton bareng (nobar) di berbagai titik di Garut.
“Alhamdulillah di acara nobar kami bersama pemilik serta sebagian suporter, acara aman damai,” jelasnya.
Memburu Pelaku Pembacokan
Menanggapi insiden pengeroyokan brutal yang melukai Ifan Firmansyah (PHL BPBD Garut) dan Ahmad Salakhudin Zaman (tukang parkir), Sukma dengan tegas menyatakan pelaku bukan bagian dari bobotoh, apalagi anggota Viking Garut.
“Itu kejadian yang kemarin itu (pelakunya) bukan dari Bobotoh, apalagi Viking Garut. Saya sudah telusuri, tidak ada satu pun anggota Viking Garut yang bermasalah,” tegasnya.
Sukma mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan agar tidak ada anggota yang konvoi secara ugal-ugalan, dan jika selesai menonton, agar langsung pulang ke rumah.
“Citra kami bersama Kepolisian dan Pemerintah sangat sinergi,” lanjutnya.
Meskipun yakin pelaku bukan dari komunitasnya, Sukma tetap menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Ia mendukung penanganan kasus secara tegas agar tidak merusak nama baik komunitas suporter.
“Kami sangat menyayangkan kejadian itu. Apalagi kita lihat sendiri ketika kami lakukan acara, tidak ada satu pun kejadian negatif yang terjadi,” pungkasnya.